BAB 01
AKHLAK YANG HARUS DIMILIKI PADA WAKTU BERJUANG
PASAL 01
الثقة بنصر الله
Yakin dengan pertolongan Allah
الْإِسْلَامُ يَعْلُو وَلَا يُعْلَى
"Islam itu tinggi dan tidak ada yang
melebihinya."
تَظْهَرُ حَقِيقَةُ الْيَقِينِ بِاللَّهِ فِي
مَرَاحِلِ الضَّعْفِ؛
Keyakinan akan tampak di saat ada dalam kesempitan
(posisi lemah).
إِذْ لَيْسَ صَاحِبُ الْيَقِينِ مَنْ تَنْفَرِجُ
أَسَارِيرُهُ
Orang yang memiliki keyakinan itu bukanlah orang
yang membuka rahasianya.
وَيَنْشَرِحُ صَدْرُهُ وَيَتَهَلَّلُ وَجْهُهُ حِينَ
يَرَى قُوَّةَ الْإِسْلَامِ
Hatinya bergembira dan wajahnya ceria ketika
melihat Islam sedang berjaya.
وَعِزَّةَ أَهْلِهِ وَبَشَائِرَ نَصْرِهِ
Umat Islam berjaya dan berada dalam kemenangan.
وَإِنَّمَا يَكُونُ الْيَقِينُ لِصَاحِبِ الثِّقَةِ
بِاللَّهِ مَهْمَا حَلَك الظَّلَامُ
Namun, keyakinan tersebut hanya ada bagi orang yang
tetap percaya kepada Allah walaupun dalam kegelapan yang mencekam,
وَاشْتَدَّ الضَّيْقُ وَاجْتَمَعَتِ الْكُرُوبُ،
وَتَكَالَبَتِ الْأُمَمُ ؛
kesempitan yang mengimpit, musibah yang merundung,
dan dalam tekanan bangsa lain.
لِأَنَّ أَمَلَهُ بِاللَّهِ كَبِيرٌ
Sebab, harapannya kepada Allah sangat besar.
وَيَقِينَهُ بِأَنَّ الْعَاقِبَةَ لِلْمُتَّقِينَ،
وَأَنَّ الْمُسْتَقْبَلَ لِهَذَا الدِّينِ.
Ia juga yakin bahwa kemenangan hanya milik
orang-orang yang bertakwa dan yakin bahwa masa depan hanya ada pada agama ini
(Islam).
وَلِأَنَّ الْمُجَاهِدَ يَسْعَى لِإِقَامَةِ دِينِ
اللَّهِ فِي الْأَرْضِ، فَإِنَّ سَبِيلَهُ إِلَى ذَلِكَ الصَّبْرُ وَالْيَقِينُ
Seorang pejuang akan berusaha untuk menegakkan
agama Allah di muka bumi ini, dan satu-satunya cara untuk mencapai itu adalah
dengan kesabaran dan keyakinan.
يَقُولُ ابْنُ الْقَيِّمِ
Ibnul Qayyim berkata,
سَمِعْتُ شَيْخَ الْإِسْلَامِ ابْنَ تَيْمِيَّةَ -
قَدَّسَ اللَّهُ رُوحَهُ - يَقُولُ
Syekh Ibnu Taimiyah (semoga Allah menyucikan
rohnya) berkata,
بِالصَّبْرِ وَالْيَقِينِ تُنَالُ الْإِمَامَةُ فِي
الدِّينِ، ثُمَّ تَلَا قَوْلَهُ تَعَالَى:
Dengan kesabaran dan keyakinan kepemimpinan dalam
agama Islam dapat diperoleh.
﴿وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ
بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ﴾ [السجدة : ٢٤ ]
Kemudian ia membacakan firman Allah, "Dan Kami
jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan
perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat
Kami." (QS. As-Sajdah: 24) - Tahdzib Madarikis-Salikin hal. 352
وَأَهَمُّ مَا يُؤْتَاهُ الْمَرْءُ الْيَقِينُ كَمَا
فِي الْحَدِيثِ
Sesuatu yang paling berharga bagi seseorang adalah
keyakinan, sebagaimana diungkapkan dalam sebuah hadits,
َسَلُوا اللَّهَ الْيَقِينَ وَالْمُعَافَاةَ،
فَإِنَّهُ لَمْ يُؤْتَ أَحَدٌ بَعْدَ الْيَقِينِ خَيْرًا مِنَ الْمُعَافَاةِ
"Mintalah kepada Allah keyakinan dan
keselamatan/kesejahteraan, karena tidaklah seseorang diberi sesuatu yang lebih
baik setelah keyakinan kecuali keselamatan." Shohihul Jami' no. 4072
وَلَا تَهْلِكُ هَذِهِ الْأُمَّةُ إِلَّا حِينَ
يَبْخَلُ أَبْنَاؤُهَا بِتَقْدِيمِ الْجُهُودِ الْمُتَاحَةِ لِنَصْرَتِهَا
Tidaklah umat ini hancur kecuali ketika anak-anak
bangsanya enggan berjuang untuk membelanya.
ثُمَّ يَتَجَرَّعُونَ كُؤُوسَ الْأَمَلِ بِلَا عَمَلٍ
؛
Kemudian, mereka mengusung mahkota harapan tanpa
amal (kerja);
لِذَلِكَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ :
Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam bersabda,
صَلَاحُ أَوَّلِ هَذِهِ الْأُمَّةِ بِالزُّهْدِ
وَالْيَقِينِ، وَيَهْلِكُ آخِرُهَا بِالْبُخْلِ وَالْأَمَلِ
"Kebaikan generasi pertama umat ini adalah
karena zuhud dan yakin. Dan hancurnya generasi terakhirnya adalah karena bakhil
dan panjang angan-angan." Shohihul Jami' no. 3845
وَلِأَنَّ اللَّهَ وَحْدَهُ هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ
فَلَا نَدْرِي مَتَى النَّصْرُ؟
Karena hanya Allah yang mengetahui alam gaib, maka
kita tidak akan tahu kapan pertolongan akan datang?
وَلَا نَعْلَمُ أَيْنَ الْخَيْرُ؟ وَلَكِنَّ الَّذِي
نَعْلَمُهُ أَنَّ أُمَّتَنَا أُمَّةُ خَيْرٍ بِإِذْنِ اللَّهِ
Kita tidak tahu, di mana kebaikan itu berada?
Tetapi, yang kita tahu adalah umat kita merupakan umat yang terbaik (dengan
izin Allah).
يُرْجَى لَهَا النَّصْرُ مِنَ اللَّهِ وَلَوْ بَعْدَ
حِينٍ
Kita mengharapkan pertolongan dari Allah untuk umat
ini (walaupun setelah sekian lama waktu berlalu).
وَيُشِيرُ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِلَى ذَلِكَ بِقَوْلِهِ :
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah
memberi isyarat akan hal itu dalam sabdanya,
مَثَلُ أُمَّتِي مَثَلُ الْمَطَرِ، لَا يُدْرَى
أَوَّلُهُ خَيْرٌ أَمْ آخِرُهُ
"Perumpamaan umatku bagaikan hujan. Tidak
dapat diketahui mana yang lebih baik, di awal atau di akhirnya." Shohihul
Jami’ no. 5854
وَلَا نَدْرِي عَلَى يَدِ أَيِّ جِيلٍ يَكْشِفُ
اللَّهُ الْغُمَّةَ، وَيَرْفَعُ شَأْنَ هَذِهِ الْأُمَّةِ،
Kita tidak tahu generasi mana yang akan mampu
menyingkirkan derita umat dan mengangkat kejayaan umat.
وَلَكِنَّ الَّذِي نَدْرِيهِ أَنَّ سُنَّةَ اللَّهِ
فِي الْكَوْنِ كَمَا أَخْبَرَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ
:
Namun yang kita ketahui adalah sunatullah di muka
bumi ini akan berjalan sebagaimana disampaikan Rasulullah ﷺ...
لَا يَزَالُ اللَّهُ يَغْرِسُ فِي هَذَا الدِّينِ
غَرْسًا يَسْتَعْمِلُهُمْ فِيهِ بِطَاعَتِهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
"Allah akan senantiasa menanamkan pada agama
ini tanaman (hamba) yang dipakainya dalam ketaatan kepada-Nya hingga hari
kiamat." Shohihul Jami’ no. 7692
وَلَقَدْ جَاءَتْ بَشَائِرُ كَثِيرَةٌ فِي سُنَّةِ
رَسُولِ اللَّهِ ﷺ ، تُجَدِّدُ الْأَمَلَ وَتُثَبِّتُ الْيَقِينَ،
Kabar-kabar gembira telah banyak disebutkan dalam
hadits-hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang memberi harapan baru
dan menguatkan keyakinan.
مِنْهَا وَعْدُ اللَّهِ بِأَنْ يَبْلُغَ مُلْكُ
الْأُمَّةِ الْمَشَارِقَ وَالْمَغَارِبَ
Di antaranya adalah Allah telah menjanjikan bahwa
umat Islam akan menguasai muka bumi dari timur sampai barat.
وَمَا زَالَتْ هُنَاكَ بِقَاعٌ لَمْ تَقَعْ تَحْتَ
مُلْكِ الْمُسْلِمِينَ، وَلَا بُدَّ أَنْ يَفْتَحَهَا الْإِسْلَامُ
Namun ternyata, masih ada daerah di muka bumi ini
yang belum dikuasai oleh umat Islam sehingga harus dikuasainya,
كَمَا فِي الْحَدِيثِ
:
sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits,
إِنَّ اللَّهَ زَوَى لِيَ الْأَرْضَ فَرَأَيْتُ
مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا، وَإِنَّ أُمَّتِي سَيَبْلُغُ مُلْكُهَا مَا زُوِيَ
لِي مِنْهَا
"Sesungguhnya Allah telah melipat/mendekatkan
bumi untukku, sehingga aku melihat bagian timur dan baratnya. Dan sesungguhnya
kekuasaan umatku akan mencapai apa yang telah dilipat untukku tersebut." Hr.
Muslim - Kitabul Fitan no. 2889
فَإِذَا عَرَفْنَا أَنَّ الْأَصْلَ فِي الْإِسْلَامِ
الْعُلُوُّ وَالسِّيَادَةُ وَالتَّمْكِينُ
Apabila kita mengetahui bahwa asal dari Islam
adalah keunggulan, kedaulatan, dan kedudukan yang kuat,
فَلَا نَسْتَيْئِسُ مِنْ ضَعْفِ الْمُسْلِمِينَ
حِينًا مِنَ الدَّهْرِ
maka kita tidak perlu berputus asa karena kondisi
umat Islam yang lemah pada saat ini.
فَقَدْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ : الْإِسْلَامُ
يَعْلُو وَلَا يُعْلَى
Untuk itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
telah bersابدا, "Islam itu
tinggi dan tidak akan ada yang melebihinya."
وَقَدْ أَخْبَرَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ بِاسْتِمْرَارِ
زِيَادَةِ الْإِسْلَامِ ...
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah
memberitahukan bahwa Islam akan terus bertambah...
وَلَا يَزَالُ الْإِسْلَامُ يَزِيدُ وَيَنْقُصُ
الشِّرْكُ وَأَهْلُهُ، حَتَّى تَسِيرَ الْمَرْأَتَانِ لَا تَخْشَيَانِ إِلَّا
جَوْرًا، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا تَذْهَبُ الْأَيَّامُ وَاللَّيَالِي،
حَتَّى يَبْلُغَ هَذَا الدِّينُ مَبْلَغَ هَذَا
النَّجْمِ
"Islam akan terus bertambah sedangkan
kesyirikan beserta pengikutnya akan berkurang, hingga dua orang wanita berjalan
tanpa rasa takut kecuali dari kezaliman. Demi Dzat yang jiwaku berada di
tangan-Nya, hari dan malam tidak akan pergi sampai agama ini mencapai sejauh
bintang ini." Maka, harapan itu masih ada dan perluasan kekuasaan umat
Islam akan terus berlanjut (dengan izin Allah). Shohihul Jami’ no. 1716
وَقَدْ بَشَّرَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ بِبِشَارَاتٍ
تُذِيبُ كُلَّ يَأْسٍ
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah
memberi kabar gembira yang meluluhkan segala keputusasaan,
وَتَدْفَعُ كُلَّ قُنُوطٍ
memberi motivasi bagi orang-orang yang pesimis,
وَتُثَبِّتُ كُلَّ صَاحِبِ مِحْنَةٍ
memberi semangat bagi orang-orang yang sedang
diuji,
وَتُرِيحُ قَلْبَ كُلِّ فَاقِدٍ لِلْأَمَلِ
بِأَبْنَاءِ هَذَا الدِّينِ
dan memberi ketenangan hati bagi orang yang
kehilangan harapan atas kondisi pengikut agama ini,
حِينَ لَا يَجِدُ بَصِيصَ أَمَلٍ يَلْمَعُ لَهُ
yaitu ketika secercah sinar harapan tidak lagi
ditemukan.
حَيْثُ قَالَ
:
Beliau bersabda:
بَشِّرْ هَذِهِ الْأُمَّةَ بِالسَّنَاءِ وَالدِّينِ
وَالرِّفْعَةِ وَالنَّصْرِ وَالتَّمْكِينِ فِي الْأَرْضِ
"Berilah kabar gembira kepada umat ini dengan
kemuliaan, keberagaman, keluhuran, pertolongan, dan kekuasaan di bumi." Shohihul
Jami’ no. 2825
وَالْجِهَادُ مُسْتَمِرٌّ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Jihad akan terus berlanjut sampai hari kiamat,
وَالطَّائِفَةُ الظَّاهِرَةُ عَلَى الْحَقِّ لَا
يَضُرُّهَا مَنْ خَذَلَهَا
dan kelompok yang membela kebenaran tidak akan
merasa terancam oleh orang yang menelantarkannya.
وَهِيَ مُسْتَمِرَّةٌ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ
Jihad akan terus berlanjut sampai datang Keputusan
Allah.
وَفِي ذَلِكَ يَقُولُ ﷺ
:
Dalam hal itu, Rasulullah ﷺ
bersabda,
لَنْ يَبْرَحَ هَذَا الدِّينُ قَائِمًا يُقَاتِلُ
عَلَيْهِ عِصَابَةٌ مِنَ الْمُسْلِمِينَ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ
"Agama ini akan senantiasa tegak berdiri, yang
akan dibela oleh sekelompok umat Islam hingga hari Kiamat terjadi." Hr.
Muslim no. 1922
وَالْمِقْيَاسُ عِنْدَ اللَّهِ غَيْرُ مِقْيَاسِ
الْبَشَرِ، إِنَّ اللَّهَ يَجْعَلُ مِنَ الضَّعْفِ قُوَّةً
Standar Allah berbeda dengan standar manusia. Bahwa
Allah dapat menjadikan kekuatan dari sebuah kelemahan,
وَذَلِكَ وَاضِحٌ مِنَ التَّأَمُّلِ فِي قَوْلِ
رَسُولِ اللَّهِ ﷺ :
hal itu sangat jelas apabila kita memperhatikan
sabda Rasulullah ﷺ:
إِنَّمَا يَنْصُرُ اللَّهُ هَذِهِ الْأُمَّةَ
بِضَعِيفِهَا بِدَعْوَتِهِمْ وَصَلَاتِهِمْ وَإِخْلَاصِهِمْ
"Sesungguhnya Allah menolong umat ini karena
orang-orang yang lemah di antara mereka, yaitu melalui doa, shalat, dan
keikhlasan mereka."
إِنَّ ذَلِكَ الْمُسْلِمَ الْمَسُوقَ بِالْأَغْلَالِ
الْمَحْبُوسَ فِي الْأَقْبِيَةِ الْمُلَاحَقَ فِي كُلِّ مَكَانٍ الْفَاقِدَ
لِلسِّلَاحِ، الْفَقِيرَ الْمَعْدَمَ؛
Umat Islam jika dalam keadaan terbelenggu, berada
dalam penjara, berada dalam pengasingan, tanpa senjata dan tanpa harta
بِدَعْوَتِهِ وَصَلَاتِهِ وَإِخْلَاصِهِ يَنْصُرُ
اللَّهُ هَذِهِ الْأُمَّةَ، رَغْمَ كُلِّ صُوَرِ الضَّعْفِ الَّتِي تَمَثَّلَتْ
فِيهِ
tapi dengan doanya, shalatnya dan keikhlasannya,
maka Allah akan menolong umat ini walaupun mereka dalam kondisi yang sangat
lemah.
وَكَمَا أَشَارَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ :
Hal itu diisyaratkan Rasulullah ﷺ:
رُبَّ أَشْعَثَ مَدْفُوعٍ بِالْأَبْوَابِ لَوْ
أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لَأَبَرَّهُ
"Boleh jadi orang yang berambut kusut dan
tertolak di pintu-pintu, seandainya ia bersumpah atas nama Allah, niscaya Allah
akan mengabulkannya."
قَدْ نَرَى الْقُوَّةَ الْيَوْمَ بِيَدِ أَعْدَائِنَا
وَالْغَلَبَةَ لَهُمْ عَلَيْنَا
Mungkin sekarang kita melihat bahwa kekuatan berada
di tangan musuh-musuh kita, sehingga kemenangan ada pada mereka.
وَلَكِنْ لَا نَنْسَى أَنَّ اللَّهَ هُوَ
الْمُتَصَرِّفُ بِهَذَا الْكَوْنِ
Namun jangan lupa bahwa sesungguhnya Allah-lah yang
mengatur dunia ini.
وَعَيْنُهُ لَا تَغْفُلُ عَنْ عِبَادِهِ
الْمُؤْمِنِينَ
Mata-Nya tidak pernah luput dari hamba-hamba-Nya
yang beriman.
وَلَنْ يَرْضَى لَهُمْ دَوَامَ الذِّلَّةِ
وَاسْتِمْرَارَ الْقَهْرِ
Allah tidak akan rela melihat mereka dalam keadaan
hina dan ditindas terus-menerus.
كَمَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ
:
Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam:
الْمِيزَانُ بِيَدِ الرَّحْمَنِ يَرْفَعُ أَقْوَامًا،
وَيَضَعُ آخَرِينَ
“Timbangan itu ada di tangan Ar-Rahman; Dia
meninggikan suatu kaum dan merendahkan yang lainnya.” Shohihul Jami’ no. 6737
وَلَا بُدَّ أَنْ يَرْفَعَنَا بَعْدَ أَنْ وَضَعَنَا
؛ إِذَا رَأَى مِنَّا صِدْقَ السَّعْيِ لِمَرْضَاتِهِ
Allah akan mengangkat kita setelah kita diturunkan,
apabila Dia melihat kita telah berusaha maksimal dalam menggapai ridha-Nya.
وَفِي كُلِّ قَرْنٍ يُعِيدُ اللَّهُ الْيَقِينَ إِلَى
نُفُوسِ الْأُمَّةِ، بِأَنْ يَجْعَلَ فِيهَا سَبَّاقِينَ فِي الْخَيْرِ
Pada setiap abad, Allah akan mengembalikan
keyakinan pada lubuk hati umat dengan menjadikan mereka sebagai orang-orang
yang berlomba-lomba dalam kebaikan
لَا يُبَالُونَ بِالْمِحَنِ، يَتَأَسَّى النَّاسُ
بِهِمْ كَمَا فِي الْحَدِيثِ :
Mereka tidak peduli dengan penderitaan dan menjadi
teladan bagi masyarakatnya, sebagaimana sabdanya,
فِي كُلِّ قَرْنٍ مِنْ أُمَّتِي سَابِقُونَ
"Pada setiap abad dari umatku akan ada
orang-orang yang mendahului/berlomba dalam kebaikan." Shohihul jami’ no.
4267
كَمَا يَجْعَلُ فِي الْأُمَّةِ مَنْ يُصَحِّحُ لَهَا
الْمَفَاهِيمَ
dan juga akan ada dari umatku orang yang akan
memperbaiki pemahaman (tentang agama),
وَيَسِيرُ بِهَا عَلَى الْجَادَّةِ، وَيَقُودُهَا
إِلَى الْهِدَايَةِ، وَيُجَدِّدُ لَهَا أَمْرَ دِينِهَا
menggerakkannya dengan sungguh-sungguh,
mengarahkannya pada petunjuk dan memperbaharui masalah keagamaan.
وَقَدْ بَشَّرَ بِذَلِكَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ فَقَالَ :
Berita gembira itu sudah disampaikan oleh
Rasulullah, Beliau bersabda,
إِنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ لِهَذِهِ الْأُمَّةِ عَلَى
رَأْسِ كُلِّ مِائَةِ سَنَةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهَا دِينَهَا
"Sesungguhnya Allah akan mengutus untuk umat
ini pada setiap penghujung seratus tahun orang yang memperbaharui agamanya. Hr.
Abu Daud no. 4291
فَإِمَّا أَنْ يَأْتِيَ الْفَرَجُ عَلَى أَيْدِي
السَّابِقِينَ وَإِمَّا عَلَى أَيْدِي الْمُجَدِّدِينَ
Pertolongan itu pasti akan datang, baik melalui
orang-orang yang berlomba dalam kebaikan maupun melalui para pembaharu.
وَلَكِنَّ الْكَرْبَ لَا يَدُومُ
Namun yang pasti pula, penderitaan (kebatilan)
tidak akan langgeng.
وَجَمِيعُ أَعْدَاءِ الْإِسْلَامِ وَاقِعُونَ فِي
دَائِرَةِ تَهْدِيدِ اللَّهِ لَهُمْ بِالْحَرْبِ
Semua musuh Islam berada pada lingkaran ancaman
Allah yang harus diperangi.
وَمَنْ كَانَ اللَّهُ حَرْبًا عَلَيْهِ فَلَا خَوْفَ
مِنْهُ وَلَا أَمَلَ بِاسْتِمْرَارِ سُلْطَانِهِ عَلَيْنَا
Barangsiapa yang diperangi oleh Allah, maka
janganlah takut kepadanya dan jangan berpikir mereka akan terus menguasai kita,
كَمَا جَاءَ فِي الْحَدِيثِ الْقُدْسِيِّ :
sebagaimana disebutkan dalam hadits qudsi,
مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ
بِالْحَرْبِ
"Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku, maka Aku
telah mengumumkan perang kepadanya." Hr. Bukhari no. 6502
فَلْنَتَوَاصَ بِالصَّبْرِ عَلَى الْبَلَاءِ،
وَالثَّبَاتِ إِذَا وَقَعَ الْقَضَاءُ
Kita harus saling menasihati untuk bersabar dalam
penderitaan dan tetap tegar bila tertimpa takdir Allah.
وَلْنَكُنْ بَشِيرَ خَيْرٍ
Kita harus jadi penyebar kabar baik,
َلَا نَكُونَنَّ نَذِيرَ شَرٍّ، وَلْنَقُلْ
لِلْمُتَشَائِمِينَ بَعْدَ طُولِ انْتِظَارٍ
dan jangan menjadi pengingat yang menakutkan serta
harus mengatakan kepada orang-orang pesimis setelah mereka lama menanti,
كَمَا قَالَ النَّبِيُّ ﷺ لِأَصْحَابِهِ حِينَمَا
اشْتَكَوْا مِنْ كَثْرَةِ الْبَلَاءِ وَشِدَّتِهِ
:
Sebagaimana Rasulullah mengatakan kepada para
sahabatnya ketika mereka mengeluh karena banyaknya penderitaan yang mencekam,
وَاللَّهِ لَيُتِمَّنَّ اللَّهُ هَذَا الْأَمْرَ ...
وَلَكِنَّكُمْ تَسْتَعْجِلُونَ
"Demi Allah, sesungguhnya Allah akan
menyempurnakan urusan (agama) ini... tetapi kalian tergesa-gesa."
إِنَّ الثِّقَةَ الَّتِي يُرِيدُهَا الرَّبُّ
سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى مِنْ عِبَادِهِ هِيَ الثِّقَةُ الَّتِي تَحَقَّقَتْ فِي
أُمِّ مُوسَى عَمَلِيًّا،
Keyakinan yang dituntut oleh Allah dari hamba-Nya
adalah, seperti keyakinan yang dimiliki oleh ibu Nabi Musa dalam perilakunya
حِينَ قَالَ عَنْهَا
:
Ketika Allah berbicara tentangnya,
﴿فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِي
الْيَمِّ وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحْزَنِي ...﴾ [القصص : ٧]
"Dan kalau engkau takut akan keselamatannya,
jatuhkanlah dia ke dalam sungai. Janganlah engkau takut dan berduka cita."
(QS. Al-Qashash: 7)
وَهَكَذَا أَلْقَتْهُ فِي الْيَمِّ وَلَمْ تَخَفْ،
وَلَمْ تَحْزَنْ
Seperti itulah. Ibu Nabi Musa melemparkannya ke
laut, tetapi ia tidak merasa takut dan bersedih.
مَعَ أَنَّ الْيَمَّ خَطِيرٌ عَلَى الطِّفْلِ
الرَّضِيعِ عَادَةً
Padahal, laut sangat berbahaya bagi seorang bayi
yang baru dilahirkan.
وَكَتَبَ اللَّهُ لَهُ النَّجَاةَ، وَتَلَقَّى
فِرْعَوْنُ الطِّفْلَ الرَّضِيعَ
Namun, Allah menyelamatkannya dan Fir'aun telah
menerima anak bayi tersebut
وَلَمْ يَخَفْ مِنْ كَفَالَتِهِ فِي قَصْرِهِ ؛
لِأَنَّ الطِّفْلَ الرَّضِيعَ لَا يُخِيفُ مَنْ رَبَّاهُ عَادَةً
Ia tidak takut diurus di istananya karena bayi
tidak akan merasa takut pada pengasuhnya.
فَكَانَ هَلَاكُ فِرْعَوْنَ عَلَى يَدَيْهِ،
وَهَكَذَا تَجْرِي عَجَائِبُ قَدَرِ اللَّهِ
Sebab itu kehancuran Fir'aun terjadi melalui
tangannya karena itu merupakan keajaiban takdir (ketentuan) Allah..
وَقَدْ حَدَّثَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ عَنْ ثَلَاثَةِ
أَصْنَافٍ مِنَ النَّاسِ لَا خَيْرَ فِيهِمْ
:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah
membicarakan tiga kelompok manusia yang tidak ada kebaikan dalam diri mereka.
Yaitu,
ثَلَاثَةٌ لَا تُسْأَلُ عَنْهُمْ ... وَرَجُلٌ فِي
شَكٍّ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ وَالْقَنُوطِ مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ
"Tiga orang yang tidak ditanya tentang
mereka... dan seseorang yang ragu terhadap urusan Allah serta putus asa dari
rahmat Allah." Shohihul Jami’ no. 3059
وَلِذَلِكَ فَإِنَّ الْأُمَّةَ الَّتِي نَخَرَهَا
الشَّكُّ، وَنَهَشَهَا الْقَنُوطُ لَا يُرْجَى خَيْرُهَا مَا لَمْ تَسْتَعِدِ
الثِّقَةَ وَالْيَقِينَ بِنَصْرِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Oleh karena itu, umat yang jiwanya memiliki
keraguan dan diselimuti rasa putus asa tidak akan bisa diharapkan kebaikan
darinya, kecuali apabila kepercayaan dan keyakinan pada pertolongan Allah ada
kembali.
إِنَّ عَقِيدَةَ الْإِيمَانِ بِالْقَدَرِ مَصْدَرٌ
مِنْ مَصَادِرِ الثِّقَةِ بِأَنَّ الْعَاقِبَةَ لِلْمُتَّقِينَ
Akidah iman pada takdir merupakan sumber dari
keyakinan bahwa kemenangan itu hanya bagi orang-orang yang bertakwa.
وَلِذَلِكَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ :
Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam bersabda,
إِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ حَقِيقَةً، وَمَا بَلَغَ عَبْدٌ
حَقِيقَةَ الْإِيمَانِ، حَتَّى يَعْلَمَ أَنَّ مَا أَصَابَهُ لَمْ يَكُنْ
لِيُخْطِئَهُ، وَمَا أَخْطَأَهُ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيبَهُ
"Sesungguhnya segala sesuatu memiliki hakikat,
dan tidaklah seorang hamba mencapai hakikat iman sampai ia mengetahui bahwa apa
yang menimpanya tidak akan meleset darinya, dan apa yang meleset darinya tidak
akan menimpanya." Shohihul Jami’ no. 2150
لَيْسَتِ الْمَسْأَلَةُ مَسْأَلَةَ تَخَلُّفِ وَعْدِ
اللَّهِ حَاشَاهُ سُبْحَانَهُ وَلَكِنَّهَا مَسْأَلَةُ التَّوْقِيتِ الْمَقْدُورِ
Masalahnya bukan janji Allah yang tidak
ditepati—mahabuci Allah dari hal itu—tetapi hanyalah masalah waktu yang telah
ditetapkan
وَالْأَجَلِ الْمَحْدُودِ، الَّذِي لَا يَتَقَدَّمُ
لِاسْتِعْجَالِ مُتَعَجِّلٍ، وَلَا يَتَأَخَّرُ لِهَوَى كَسُولٍ
dan ketentuan yang ada batasnya, yang tidak akan
terjadi lebih cepat hanya karena orang yang tergesa-gesa dan tidak tertunda
karena nafsu kemalasan.
وَلِذَلِكَ كَانَ عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ
كَثِيرًا مَا يَدْعُو :
Umar bin Abdul Aziz sering berdoa,
اللَّهُمَّ رَضِّنِي بِقَضَائِكَ، وَبَارِكْ لِي فِي
قَدَرِكَ، حَتَّى لَا أُحِبَّ تَعْجِيلَ شَيْءٍ أَخَّرْتَهُ، وَلَا تَأْخِيرَ
شَيْءٍ عَجَّلْتَهُ
"Ya Allah, jadikanlah aku ridha atas
ketentuan-Mu, dan berkatilah aku dalam takdir-Mu karena aku tidak suka
mempercepat suatu takdir yang Engkau akhirkan, dan tidak pula mengakhirkan
suatu takdir yang Engkau percepat." Tahdzib Madarikis-Salikin
وَبِهَذِهِ النَّفْسِيَّةِ تَزُولُ ظَاهِرَةُ
الِاسْتِعْجَالِ، وَيَطْمَئِنُّ الْقَلْبُ بِأَنَّ الْعَاقِبَةَ لِلْمُتَّقِينَ
Dengan kondisi psikologis seperti ini,
ketergesa-gesaan akan hilang, dan dapat menenangkan hati karena pada akhirnya,
kemenangan hanya bagi orang-orang yang bertakwa.
وَلَئِنْ مَرَّتِ الْأُمَّةُ بِفَتَرَاتِ ضَعْفٍ
فَلَا نَنْسَ أَنَّهَا تَقَادِيرُ اللَّهِ، الَّذِي يَقْدِرُ عَلَى إِعَادَةِ
عِزٍّ ضَاعَ
Walaupun umat Islam sedang melewati fase-fase
lemah, maka jangan dilupakan bahwa itu adalah takdir Allah yang akan mampu
mengembalikan kemuliaan yang telah hilang
وَاسْتِرْجَاعِ سِيَادَةٍ مَضَتْ، وَشَأْنُ الْبَشَرِ
الصُّعُودُ وَالنُّزُولُ
Mengembalikan kejayaan masa lalu. Seperti itulah
kondisi manusia, terkadang naik dan terkadang turun.
كَمَا فِي الْحَدِيثِ
:
Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits,
مَثَلُ الْمُؤْمِنِ مَثَلُ السُّنْبُلَةِ، تُمِيلُ
أَحْيَانًا وَتَقُومُ أَحْيَانًا
"Perumpamaan seorang mukmin bagaikan tangkai
bulir gandum, terkadang miring dan terkadang tegak." Shohihul Jami’ no.
5845
الْمُهِمُّ أَنَّهَا تَقُومُ يَوْمًا مَا - وَتِلْكَ
سُنَّةٌ كَوْنِيَّةٌ - وَهَذَا الْيَوْمُ آتٍ لَا مَحَالَةَ إِذَا تَوَفَّرَتِ
الْأَسْبَابُ
Yang penting adalah pada suatu waktu, umat Islam
akan tegak kembali dalam kejayaannya. Itu adalah sunatullah dan hari ini pasti
akan datang jika sebab-sebab kemenangan itu terpenuhi.
وَهَكَذَا مَضَتْ سُنَّةُ اللَّهِ فِي الْأُمَمِ،
كَمَا فِي الْحَدِيثِ :
Seperti itulah sunatullah tentang umat ini berlalu,
sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits,
عُرِضَتْ عَلَيَّ الْأُمَمُ، فَرَأَيْتُ النَّبِيَّ
وَمَعَهُ الرَّهْطُ، وَالنَّبِيَّ وَمَعَهُ الرَّجُلُ وَالرَّجُلَانِ،
وَالنَّبِيَّ لَيْسَ مَعَهُ أَحَدٌ
"Telah ditunjukkan kepadaku gambaran
umat-umat. Aku melihat seorang nabi bersama sekelompok kecil pengikut, seorang
nabi bersama satu-dua orang pengikut, dan seorang nabi tanpa ditemani seorang
pun." Hr . Muslim
وَمَعَ ذَلِكَ اسْتَمَرَّتِ الدَّعْوَةُ، وَسَتَبْقَى
مَهْمَا لَقِيَتْ مِنَ الضَّعْفِ فِي بَعْضِ الْأَزْمَانِ
Walaupun demikian, dakwah mereka tetap berjalan dan
akan terus berjalan walau dalam kondisi lemah.
وَلَنْ يَعِيبَ النَّبِيَّ الَّذِي لَيْسَ مَعَهُ
أَحَدٌ أَنَّهُ لَمْ يَهْتَدِ عَلَى يَدَيْهِ أَحَدٌ
Tidaklah seorang nabi akan tercela hanya karena
tidak ada umatnya yang mendapatkan hidayah melaluinya.
رَغْمَ بَذْلِهِ جُهْدَهُ فِي دَعْوَتِهِ
Sebab, ia telah berusaha semaksimal mungkin.
كَمَا لَا يَعِيبُ الْمُجَاهِدَ أَلَّا يَصِلَ إِلَى
النَّصْرِ، رَغْمَ طُولِ جِهَادِهِ
Begitu pula seorang mujahid, tidak akan tercela
apabila ia belum mencapai kemenangan meski telah lama berjuang.
إِنَّمَا يَعِيبُنَا التَّقْصِيرُ فِي أَخْذِ
الْأَسْبَابِ وَالْبُخْلُ بِالْجُهْدِ الْمُسْتَطَاعِ
Akan tetapi, kita dianggap tercela apabila kita
lalai dalam mengambil sebab-sebab keberhasilan dan tidak ingin berjuang secara
optimal.
وَإِنْ قَلَّ - وَالْبَاقِي تَعَهَّدَ بِهِ اللَّهُ
حِينَ يَشَاءُ
walaupun sedikit — dan sisanya telah dijamin oleh
Allah ketika Dia menghendakinya.
وَلَمَّا يَخْشَاهُ الشُّهَدَاءُ عَلَى مَنْ
بَعْدَهُمْ مِنَ الْأَحْيَاءِ مِنْ ضَعْفِ الثِّقَةِ الْمُفْضِي إِلَى الزُّهْدِ
بِالْجِهَادِ، أَوْ الْيَأْسِ مِنْ ثِمَارِهِ
Ketika para syuhada mengkhawatirkan generasi
penerus setelah mereka akan lemahnya kepercayaan yang mengarah pada keengganan
berjuang atau putus asa dari hasilnya,
يَقُولُونَ لِرَبِّهِمْ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى :
Mereka berkata kepada Tuhannya yang Mahasuci,
مَنْ يُبَلِّغُ إِخْوَانَنَا عَنَّا أَنَّا أَحْيَاءٌ
فِي الْجَنَّةِ نُرْزَقُ؛ لِئَلَّا يَزْهَدُوا فِي الْجِهَادِ، وَلَا يَنْكُلُوا
عِنْدَ الْحَرْبِ
"Siapakah yang akan menyampaikan kepada
saudara-saudara kami tentang kami, bahwa kami hidup di surga diberi rezeki;
agar mereka tidak enggan dalam berjuang dan tidak mundur saat perang?"
فَقَالَ اللَّهُ سُبْحَانَهُ : أَنَا أُبَلِّغُهُمْ
عَنْكُمْ
Kemudian Allah Mahasuci berfirman: "Akulah
yang akan menyampaikan kepada mereka tentang kalian." HR.. . Abu Daud
فَلَا بُدَّ لِلَّيْلِ أَنْ يَنْجَلِيَ، وَلَا بُدَّ
لِلْغُثَاءِ أَنْ يَذْهَبَ جُفَاءً
Maka, malam pasti akan berlalu, dan buih pasti akan
sirna tak berguna.
وَلَا بُدَّ لِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ أَنْ يَمْكُثَ
فِي الْأَرْضِ، وَيَمْضِيَ قَدَرُ رَبِّ الْعَالَمِينَ فِي أَنْ تَكُونَ
الْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ
Dan apa yang bermanfaat bagi manusia akan tetap
tinggal di bumi, serta berlanjutlah takdir Rabb semesta alam bahwa kesudahan
yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.
خُلَاصَةُ هَذَا الْفَصْلِ وَعَنَاصِرُهُ
Kesimpulan pasal ini dan poin-poin utamanya:
صَاحِبُ الْيَقِينِ وَاثِقٌ بِاللَّهِ مَهْمَا
ضَاقَتْ عَلَيْهِ الدُّنْيَا
Orang yang memiliki keyakinan akan tetap percaya kepada Allah meski dunia
terasa sempit baginya.
بِالصَّبْرِ وَالْيَقِينِ تُنَالُ الْإِمَامَةُ فِي
الدِّينِ
2. Dengan kesabaran dan keyakinan, kepemimpinan
dalam agama dapat diraih.
الْيَقِينُ خَيْرُ مَا يُؤْتَاهُ الْمَرْءُ، وَبِهِ
صَلُحَتِ الْأُمَّةُ
3. Keyakinan adalah anugerah terbaik yang diberikan
kepada seseorang, dan dengannya umat menjadi baik.
لَا يَزَالُ اللَّهُ يَغْرِسُ لِهَذَا الدِّينِ ...
وَالْخَيْرَاتُ بِإِذْنِ اللَّهِ
4. Allah akan terus menanam hamba-hamba untuk agama
ini... dan kebaikan pasti datang dengan izin-Nya.
مِنَ الْبَشَائِرِ بِنَصْرِ اللَّهِ :
5. Di antara kabar gembira akan datangnya
pertolongan Allah adalah:
مُلْكُ الْأُمَّةِ سَيَبْلُغُ الْمَشَارِقَ
وَالْمَغَارِبَ
a. Kekuasaan umat
Islam akan sampai ke timur dan barat bumi.
الْإِسْلَامُ يَعْلُو وَلَا يُعْلَى، وَهُوَ يَزِيدُ،
وَالشِّرْكُ يَنْقُصُ
b. Islam itu tinggi
dan tidak ada yang melebihinya. Islam akan terus bertambah, sedangkan
kesyirikan akan berkurang.
الْوَعْدُ بِالتَّمْكِينِ، وَلَنْ يَبْرَحَ الدِّينُ
قَائِمًا
c. Janji kekuasaan/kejayaan,
dan agama ini akan senantiasa tegak berdiri.
يَنْصُرُ اللَّهُ الْأُمَّةَ بِضَعِيفِهَا،
وَيَرْفَعُ أَقْوَامًا وَيَضَعُ آخَرِينَ
d. Allah menolong umat
melalui orang-orang yang lemah di antara mereka, serta merendahkan dan
meninggikan suatu kaum.
فِي كُلِّ قَرْنٍ سَابِقُونَ وَمُجَدِّدُونَ،
وَاللَّهُ آذَنَ أَعْدَاءَهُ بِالْحَرْبِ
e. Pada setiap abad
ada orang-orang yang terdepan dalam kebaikan dan para pembaharu (mujaddid),
serta Allah telah mengumumkan perang kepada musuh-musuh-Nya.
النَّصْرُ آتٍ وَلَكِنَّ النَّاسَ يَسْتَعْجِلُونَ،
أَوْ يَشْكُونَ، وَيَضْعُفُ إِيمَانُهُمْ بِالْقَدَرِ
f. Pertolongan itu
pasti datang, tetapi manusia sering tergesa-gesa, mengeluh, dan melemah imannya
terhadap takdir.
الْوَعْدُ آتٍ، وَلَكِنَّ اللَّهَ هُوَ الَّذِي
يُحَدِّدُ مِيقَاتَهُ
g. Janji Allah pasti
datang, tetapi hanya Allah yang menentukan waktunya.
لَا حَرَجَ فِي قِلَّةِ الْأَتْبَاعِ، وَلَكِنَّ
الْحَرَجَ فِي التَّقْصِيرِ فِي الْأَخْذِ بِالْأَسْبَابِ
h. Tidak ada celakanya
sedikit pengikut, tetapi yang menjadi cela adalah kelalaian dalam mengambil
sebab-sebab.
Sumber:
هَذِهِ أَخْلَاقُنَا حِينَ نَكُونُ مُؤْمِنِينَ
The Most Perfect Habit
Mahmud Muhammad Al Hazandar
∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞
Catatan: Silakan bila ada masukan atau kesalahan -
tinggalkan di kolom komentar dalam rangka penyempurnaan.
Dipersilakan - share - Semoga bermanfaat
#akhlak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar