Label xxx

Senin, 09 Oktober 2023

Yakin dengan pertolongan Allah - 01 - BAB 01 - Hadzihi Akhlaquna

 

BAB 01

AKHLAK YANG HARUS DIMILIKI PADA WAKTU BERJUANG

PASAL 01

الثقة بنصر الله

Yakin dengan pertolongan Allah

الْإِسْلَامُ يَعْلُو وَلَا يُعْلَى

"Islam itu tinggi dan tidak ada yang melebihinya."

تَظْهَرُ حَقِيقَةُ الْيَقِينِ بِاللَّهِ فِي مَرَاحِلِ الضَّعْفِ؛

Keyakinan akan tampak di saat ada dalam kesempitan (posisi lemah).

إِذْ لَيْسَ صَاحِبُ الْيَقِينِ مَنْ تَنْفَرِجُ أَسَارِيرُهُ

Orang yang memiliki keyakinan itu bukanlah orang yang membuka rahasianya.

وَيَنْشَرِحُ صَدْرُهُ وَيَتَهَلَّلُ وَجْهُهُ حِينَ يَرَى قُوَّةَ الْإِسْلَامِ

Hatinya bergembira dan wajahnya ceria ketika melihat Islam sedang berjaya.

وَعِزَّةَ أَهْلِهِ وَبَشَائِرَ نَصْرِهِ

Umat Islam berjaya dan berada dalam kemenangan.

وَإِنَّمَا يَكُونُ الْيَقِينُ لِصَاحِبِ الثِّقَةِ بِاللَّهِ مَهْمَا حَلَك الظَّلَامُ

Namun, keyakinan tersebut hanya ada bagi orang yang tetap percaya kepada Allah walaupun dalam kegelapan yang mencekam,

وَاشْتَدَّ الضَّيْقُ وَاجْتَمَعَتِ الْكُرُوبُ، وَتَكَالَبَتِ الْأُمَمُ ؛

kesempitan yang mengimpit, musibah yang merundung, dan dalam tekanan bangsa lain.

لِأَنَّ أَمَلَهُ بِاللَّهِ كَبِيرٌ

Sebab, harapannya kepada Allah sangat besar.

وَيَقِينَهُ بِأَنَّ الْعَاقِبَةَ لِلْمُتَّقِينَ، وَأَنَّ الْمُسْتَقْبَلَ لِهَذَا الدِّينِ.

Ia juga yakin bahwa kemenangan hanya milik orang-orang yang bertakwa dan yakin bahwa masa depan hanya ada pada agama ini (Islam).

وَلِأَنَّ الْمُجَاهِدَ يَسْعَى لِإِقَامَةِ دِينِ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ، فَإِنَّ سَبِيلَهُ إِلَى ذَلِكَ الصَّبْرُ وَالْيَقِينُ

Seorang pejuang akan berusaha untuk menegakkan agama Allah di muka bumi ini, dan satu-satunya cara untuk mencapai itu adalah dengan kesabaran dan keyakinan.

يَقُولُ ابْنُ الْقَيِّمِ

Ibnul Qayyim berkata,

سَمِعْتُ شَيْخَ الْإِسْلَامِ ابْنَ تَيْمِيَّةَ - قَدَّسَ اللَّهُ رُوحَهُ - يَقُولُ

Syekh Ibnu Taimiyah (semoga Allah menyucikan rohnya) berkata,

بِالصَّبْرِ وَالْيَقِينِ تُنَالُ الْإِمَامَةُ فِي الدِّينِ، ثُمَّ تَلَا قَوْلَهُ تَعَالَى:

Dengan kesabaran dan keyakinan kepemimpinan dalam agama Islam dapat diperoleh.

﴿وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ﴾ [السجدة : ٢٤ ]

Kemudian ia membacakan firman Allah, "Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami." (QS. As-Sajdah: 24) - Tahdzib Madarikis-Salikin hal. 352

وَأَهَمُّ مَا يُؤْتَاهُ الْمَرْءُ الْيَقِينُ كَمَا فِي الْحَدِيثِ

Sesuatu yang paling berharga bagi seseorang adalah keyakinan, sebagaimana diungkapkan dalam sebuah hadits,

َسَلُوا اللَّهَ الْيَقِينَ وَالْمُعَافَاةَ، فَإِنَّهُ لَمْ يُؤْتَ أَحَدٌ بَعْدَ الْيَقِينِ خَيْرًا مِنَ الْمُعَافَاةِ

"Mintalah kepada Allah keyakinan dan keselamatan/kesejahteraan, karena tidaklah seseorang diberi sesuatu yang lebih baik setelah keyakinan kecuali keselamatan." Shohihul Jami' no. 4072

وَلَا تَهْلِكُ هَذِهِ الْأُمَّةُ إِلَّا حِينَ يَبْخَلُ أَبْنَاؤُهَا بِتَقْدِيمِ الْجُهُودِ الْمُتَاحَةِ لِنَصْرَتِهَا

Tidaklah umat ini hancur kecuali ketika anak-anak bangsanya enggan berjuang untuk membelanya.

ثُمَّ يَتَجَرَّعُونَ كُؤُوسَ الْأَمَلِ بِلَا عَمَلٍ ؛

Kemudian, mereka mengusung mahkota harapan tanpa amal (kerja);

لِذَلِكَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ :

Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

صَلَاحُ أَوَّلِ هَذِهِ الْأُمَّةِ بِالزُّهْدِ وَالْيَقِينِ، وَيَهْلِكُ آخِرُهَا بِالْبُخْلِ وَالْأَمَلِ

"Kebaikan generasi pertama umat ini adalah karena zuhud dan yakin. Dan hancurnya generasi terakhirnya adalah karena bakhil dan panjang angan-angan." Shohihul Jami' no. 3845

وَلِأَنَّ اللَّهَ وَحْدَهُ هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا نَدْرِي مَتَى النَّصْرُ؟

Karena hanya Allah yang mengetahui alam gaib, maka kita tidak akan tahu kapan pertolongan akan datang?

وَلَا نَعْلَمُ أَيْنَ الْخَيْرُ؟ وَلَكِنَّ الَّذِي نَعْلَمُهُ أَنَّ أُمَّتَنَا أُمَّةُ خَيْرٍ بِإِذْنِ اللَّهِ

Kita tidak tahu, di mana kebaikan itu berada? Tetapi, yang kita tahu adalah umat kita merupakan umat yang terbaik (dengan izin Allah).

يُرْجَى لَهَا النَّصْرُ مِنَ اللَّهِ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ

Kita mengharapkan pertolongan dari Allah untuk umat ini (walaupun setelah sekian lama waktu berlalu).

وَيُشِيرُ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِلَى ذَلِكَ بِقَوْلِهِ :

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah memberi isyarat akan hal itu dalam sabdanya,

مَثَلُ أُمَّتِي مَثَلُ الْمَطَرِ، لَا يُدْرَى أَوَّلُهُ خَيْرٌ أَمْ آخِرُهُ

"Perumpamaan umatku bagaikan hujan. Tidak dapat diketahui mana yang lebih baik, di awal atau di akhirnya." Shohihul Jami’ no. 5854

وَلَا نَدْرِي عَلَى يَدِ أَيِّ جِيلٍ يَكْشِفُ اللَّهُ الْغُمَّةَ، وَيَرْفَعُ شَأْنَ هَذِهِ الْأُمَّةِ،

Kita tidak tahu generasi mana yang akan mampu menyingkirkan derita umat dan mengangkat kejayaan umat.

وَلَكِنَّ الَّذِي نَدْرِيهِ أَنَّ سُنَّةَ اللَّهِ فِي الْكَوْنِ كَمَا أَخْبَرَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ :

Namun yang kita ketahui adalah sunatullah di muka bumi ini akan berjalan sebagaimana disampaikan Rasulullah ﷺ...

لَا يَزَالُ اللَّهُ يَغْرِسُ فِي هَذَا الدِّينِ غَرْسًا يَسْتَعْمِلُهُمْ فِيهِ بِطَاعَتِهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

"Allah akan senantiasa menanamkan pada agama ini tanaman (hamba) yang dipakainya dalam ketaatan kepada-Nya hingga hari kiamat." Shohihul Jami’ no. 7692

وَلَقَدْ جَاءَتْ بَشَائِرُ كَثِيرَةٌ فِي سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ ، تُجَدِّدُ الْأَمَلَ وَتُثَبِّتُ الْيَقِينَ،

Kabar-kabar gembira telah banyak disebutkan dalam hadits-hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang memberi harapan baru dan menguatkan keyakinan.

مِنْهَا وَعْدُ اللَّهِ بِأَنْ يَبْلُغَ مُلْكُ الْأُمَّةِ الْمَشَارِقَ وَالْمَغَارِبَ

Di antaranya adalah Allah telah menjanjikan bahwa umat Islam akan menguasai muka bumi dari timur sampai barat.

وَمَا زَالَتْ هُنَاكَ بِقَاعٌ لَمْ تَقَعْ تَحْتَ مُلْكِ الْمُسْلِمِينَ، وَلَا بُدَّ أَنْ يَفْتَحَهَا الْإِسْلَامُ

Namun ternyata, masih ada daerah di muka bumi ini yang belum dikuasai oleh umat Islam sehingga harus dikuasainya,

كَمَا فِي الْحَدِيثِ :

sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits,

إِنَّ اللَّهَ زَوَى لِيَ الْأَرْضَ فَرَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا، وَإِنَّ أُمَّتِي سَيَبْلُغُ مُلْكُهَا مَا زُوِيَ لِي مِنْهَا

"Sesungguhnya Allah telah melipat/mendekatkan bumi untukku, sehingga aku melihat bagian timur dan baratnya. Dan sesungguhnya kekuasaan umatku akan mencapai apa yang telah dilipat untukku tersebut." Hr. Muslim - Kitabul Fitan no. 2889

فَإِذَا عَرَفْنَا أَنَّ الْأَصْلَ فِي الْإِسْلَامِ الْعُلُوُّ وَالسِّيَادَةُ وَالتَّمْكِينُ

Apabila kita mengetahui bahwa asal dari Islam adalah keunggulan, kedaulatan, dan kedudukan yang kuat,

فَلَا نَسْتَيْئِسُ مِنْ ضَعْفِ الْمُسْلِمِينَ حِينًا مِنَ الدَّهْرِ

maka kita tidak perlu berputus asa karena kondisi umat Islam yang lemah pada saat ini.

فَقَدْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ : الْإِسْلَامُ يَعْلُو وَلَا يُعْلَى

Untuk itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersابدا, "Islam itu tinggi dan tidak akan ada yang melebihinya."

وَقَدْ أَخْبَرَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ بِاسْتِمْرَارِ زِيَادَةِ الْإِسْلَامِ ...

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah memberitahukan bahwa Islam akan terus bertambah...

وَلَا يَزَالُ الْإِسْلَامُ يَزِيدُ وَيَنْقُصُ الشِّرْكُ وَأَهْلُهُ، حَتَّى تَسِيرَ الْمَرْأَتَانِ لَا تَخْشَيَانِ إِلَّا جَوْرًا، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا تَذْهَبُ الْأَيَّامُ وَاللَّيَالِي، حَتَّى يَبْلُغَ هَذَا الدِّينُ مَبْلَغَ هَذَا النَّجْمِ

"Islam akan terus bertambah sedangkan kesyirikan beserta pengikutnya akan berkurang, hingga dua orang wanita berjalan tanpa rasa takut kecuali dari kezaliman. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, hari dan malam tidak akan pergi sampai agama ini mencapai sejauh bintang ini." Maka, harapan itu masih ada dan perluasan kekuasaan umat Islam akan terus berlanjut (dengan izin Allah). Shohihul Jami’ no. 1716

وَقَدْ بَشَّرَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ بِبِشَارَاتٍ تُذِيبُ كُلَّ يَأْسٍ

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah memberi kabar gembira yang meluluhkan segala keputusasaan,

وَتَدْفَعُ كُلَّ قُنُوطٍ

memberi motivasi bagi orang-orang yang pesimis,

وَتُثَبِّتُ كُلَّ صَاحِبِ مِحْنَةٍ

memberi semangat bagi orang-orang yang sedang diuji,

وَتُرِيحُ قَلْبَ كُلِّ فَاقِدٍ لِلْأَمَلِ بِأَبْنَاءِ هَذَا الدِّينِ

dan memberi ketenangan hati bagi orang yang kehilangan harapan atas kondisi pengikut agama ini,

حِينَ لَا يَجِدُ بَصِيصَ أَمَلٍ يَلْمَعُ لَهُ

yaitu ketika secercah sinar harapan tidak lagi ditemukan.

حَيْثُ قَالَ :

Beliau bersabda:

بَشِّرْ هَذِهِ الْأُمَّةَ بِالسَّنَاءِ وَالدِّينِ وَالرِّفْعَةِ وَالنَّصْرِ وَالتَّمْكِينِ فِي الْأَرْضِ

"Berilah kabar gembira kepada umat ini dengan kemuliaan, keberagaman, keluhuran, pertolongan, dan kekuasaan di bumi." Shohihul Jami’ no. 2825

وَالْجِهَادُ مُسْتَمِرٌّ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Jihad akan terus berlanjut sampai hari kiamat,

وَالطَّائِفَةُ الظَّاهِرَةُ عَلَى الْحَقِّ لَا يَضُرُّهَا مَنْ خَذَلَهَا

dan kelompok yang membela kebenaran tidak akan merasa terancam oleh orang yang menelantarkannya.

وَهِيَ مُسْتَمِرَّةٌ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ

Jihad akan terus berlanjut sampai datang Keputusan Allah.

وَفِي ذَلِكَ يَقُولُ ﷺ :

Dalam hal itu, Rasulullah ﷺ bersabda,

لَنْ يَبْرَحَ هَذَا الدِّينُ قَائِمًا يُقَاتِلُ عَلَيْهِ عِصَابَةٌ مِنَ الْمُسْلِمِينَ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ

"Agama ini akan senantiasa tegak berdiri, yang akan dibela oleh sekelompok umat Islam hingga hari Kiamat terjadi." Hr. Muslim no. 1922

وَالْمِقْيَاسُ عِنْدَ اللَّهِ غَيْرُ مِقْيَاسِ الْبَشَرِ، إِنَّ اللَّهَ يَجْعَلُ مِنَ الضَّعْفِ قُوَّةً

Standar Allah berbeda dengan standar manusia. Bahwa Allah dapat menjadikan kekuatan dari sebuah kelemahan,

وَذَلِكَ وَاضِحٌ مِنَ التَّأَمُّلِ فِي قَوْلِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ :

hal itu sangat jelas apabila kita memperhatikan sabda Rasulullah ﷺ:

إِنَّمَا يَنْصُرُ اللَّهُ هَذِهِ الْأُمَّةَ بِضَعِيفِهَا بِدَعْوَتِهِمْ وَصَلَاتِهِمْ وَإِخْلَاصِهِمْ

"Sesungguhnya Allah menolong umat ini karena orang-orang yang lemah di antara mereka, yaitu melalui doa, shalat, dan keikhlasan mereka."

إِنَّ ذَلِكَ الْمُسْلِمَ الْمَسُوقَ بِالْأَغْلَالِ الْمَحْبُوسَ فِي الْأَقْبِيَةِ الْمُلَاحَقَ فِي كُلِّ مَكَانٍ الْفَاقِدَ لِلسِّلَاحِ، الْفَقِيرَ الْمَعْدَمَ؛

Umat Islam jika dalam keadaan terbelenggu, berada dalam penjara, berada dalam pengasingan, tanpa senjata dan tanpa harta

بِدَعْوَتِهِ وَصَلَاتِهِ وَإِخْلَاصِهِ يَنْصُرُ اللَّهُ هَذِهِ الْأُمَّةَ، رَغْمَ كُلِّ صُوَرِ الضَّعْفِ الَّتِي تَمَثَّلَتْ فِيهِ

tapi dengan doanya, shalatnya dan keikhlasannya, maka Allah akan menolong umat ini walaupun mereka dalam kondisi yang sangat lemah.

وَكَمَا أَشَارَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ :

Hal itu diisyaratkan Rasulullah ﷺ:

رُبَّ أَشْعَثَ مَدْفُوعٍ بِالْأَبْوَابِ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لَأَبَرَّهُ

"Boleh jadi orang yang berambut kusut dan tertolak di pintu-pintu, seandainya ia bersumpah atas nama Allah, niscaya Allah akan mengabulkannya."

قَدْ نَرَى الْقُوَّةَ الْيَوْمَ بِيَدِ أَعْدَائِنَا وَالْغَلَبَةَ لَهُمْ عَلَيْنَا

Mungkin sekarang kita melihat bahwa kekuatan berada di tangan musuh-musuh kita, sehingga kemenangan ada pada mereka.

وَلَكِنْ لَا نَنْسَى أَنَّ اللَّهَ هُوَ الْمُتَصَرِّفُ بِهَذَا الْكَوْنِ

Namun jangan lupa bahwa sesungguhnya Allah-lah yang mengatur dunia ini.

وَعَيْنُهُ لَا تَغْفُلُ عَنْ عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِينَ

Mata-Nya tidak pernah luput dari hamba-hamba-Nya yang beriman.

وَلَنْ يَرْضَى لَهُمْ دَوَامَ الذِّلَّةِ وَاسْتِمْرَارَ الْقَهْرِ

Allah tidak akan rela melihat mereka dalam keadaan hina dan ditindas terus-menerus.

كَمَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ :

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:

الْمِيزَانُ بِيَدِ الرَّحْمَنِ يَرْفَعُ أَقْوَامًا، وَيَضَعُ آخَرِينَ

“Timbangan itu ada di tangan Ar-Rahman; Dia meninggikan suatu kaum dan merendahkan yang lainnya.” Shohihul Jami’ no. 6737

وَلَا بُدَّ أَنْ يَرْفَعَنَا بَعْدَ أَنْ وَضَعَنَا ؛ إِذَا رَأَى مِنَّا صِدْقَ السَّعْيِ لِمَرْضَاتِهِ

Allah akan mengangkat kita setelah kita diturunkan, apabila Dia melihat kita telah berusaha maksimal dalam menggapai ridha-Nya.

وَفِي كُلِّ قَرْنٍ يُعِيدُ اللَّهُ الْيَقِينَ إِلَى نُفُوسِ الْأُمَّةِ، بِأَنْ يَجْعَلَ فِيهَا سَبَّاقِينَ فِي الْخَيْرِ

Pada setiap abad, Allah akan mengembalikan keyakinan pada lubuk hati umat dengan menjadikan mereka sebagai orang-orang yang berlomba-lomba dalam kebaikan

لَا يُبَالُونَ بِالْمِحَنِ، يَتَأَسَّى النَّاسُ بِهِمْ كَمَا فِي الْحَدِيثِ :

Mereka tidak peduli dengan penderitaan dan menjadi teladan bagi masyarakatnya, sebagaimana sabdanya,

فِي كُلِّ قَرْنٍ مِنْ أُمَّتِي سَابِقُونَ

"Pada setiap abad dari umatku akan ada orang-orang yang mendahului/berlomba dalam kebaikan." Shohihul jami’ no. 4267

كَمَا يَجْعَلُ فِي الْأُمَّةِ مَنْ يُصَحِّحُ لَهَا الْمَفَاهِيمَ

dan juga akan ada dari umatku orang yang akan memperbaiki pemahaman (tentang agama),

وَيَسِيرُ بِهَا عَلَى الْجَادَّةِ، وَيَقُودُهَا إِلَى الْهِدَايَةِ، وَيُجَدِّدُ لَهَا أَمْرَ دِينِهَا

menggerakkannya dengan sungguh-sungguh, mengarahkannya pada petunjuk dan memperbaharui masalah keagamaan.

وَقَدْ بَشَّرَ بِذَلِكَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ فَقَالَ :

Berita gembira itu sudah disampaikan oleh Rasulullah, Beliau bersabda,

إِنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ لِهَذِهِ الْأُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِائَةِ سَنَةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهَا دِينَهَا

"Sesungguhnya Allah akan mengutus untuk umat ini pada setiap penghujung seratus tahun orang yang memperbaharui agamanya. Hr. Abu Daud no. 4291

فَإِمَّا أَنْ يَأْتِيَ الْفَرَجُ عَلَى أَيْدِي السَّابِقِينَ وَإِمَّا عَلَى أَيْدِي الْمُجَدِّدِينَ

Pertolongan itu pasti akan datang, baik melalui orang-orang yang berlomba dalam kebaikan maupun melalui para pembaharu.

وَلَكِنَّ الْكَرْبَ لَا يَدُومُ

Namun yang pasti pula, penderitaan (kebatilan) tidak akan langgeng.

وَجَمِيعُ أَعْدَاءِ الْإِسْلَامِ وَاقِعُونَ فِي دَائِرَةِ تَهْدِيدِ اللَّهِ لَهُمْ بِالْحَرْبِ

Semua musuh Islam berada pada lingkaran ancaman Allah yang harus diperangi.

وَمَنْ كَانَ اللَّهُ حَرْبًا عَلَيْهِ فَلَا خَوْفَ مِنْهُ وَلَا أَمَلَ بِاسْتِمْرَارِ سُلْطَانِهِ عَلَيْنَا

Barangsiapa yang diperangi oleh Allah, maka janganlah takut kepadanya dan jangan berpikir mereka akan terus menguasai kita,

كَمَا جَاءَ فِي الْحَدِيثِ الْقُدْسِيِّ :

sebagaimana disebutkan dalam hadits qudsi,

مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ

"Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku, maka Aku telah mengumumkan perang kepadanya." Hr. Bukhari no. 6502

فَلْنَتَوَاصَ بِالصَّبْرِ عَلَى الْبَلَاءِ، وَالثَّبَاتِ إِذَا وَقَعَ الْقَضَاءُ

Kita harus saling menasihati untuk bersabar dalam penderitaan dan tetap tegar bila tertimpa takdir Allah.

وَلْنَكُنْ بَشِيرَ خَيْرٍ

Kita harus jadi penyebar kabar baik,

َلَا نَكُونَنَّ نَذِيرَ شَرٍّ، وَلْنَقُلْ لِلْمُتَشَائِمِينَ بَعْدَ طُولِ انْتِظَارٍ

dan jangan menjadi pengingat yang menakutkan serta harus mengatakan kepada orang-orang pesimis setelah mereka lama menanti,

كَمَا قَالَ النَّبِيُّ ﷺ لِأَصْحَابِهِ حِينَمَا اشْتَكَوْا مِنْ كَثْرَةِ الْبَلَاءِ وَشِدَّتِهِ :

Sebagaimana Rasulullah mengatakan kepada para sahabatnya ketika mereka mengeluh karena banyaknya penderitaan yang mencekam,

وَاللَّهِ لَيُتِمَّنَّ اللَّهُ هَذَا الْأَمْرَ ... وَلَكِنَّكُمْ تَسْتَعْجِلُونَ

"Demi Allah, sesungguhnya Allah akan menyempurnakan urusan (agama) ini... tetapi kalian tergesa-gesa."

إِنَّ الثِّقَةَ الَّتِي يُرِيدُهَا الرَّبُّ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى مِنْ عِبَادِهِ هِيَ الثِّقَةُ الَّتِي تَحَقَّقَتْ فِي أُمِّ مُوسَى عَمَلِيًّا،

Keyakinan yang dituntut oleh Allah dari hamba-Nya adalah, seperti keyakinan yang dimiliki oleh ibu Nabi Musa dalam perilakunya

حِينَ قَالَ عَنْهَا :

Ketika Allah berbicara tentangnya,

﴿فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِي الْيَمِّ وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحْزَنِي ...﴾ [القصص : ٧]

"Dan kalau engkau takut akan keselamatannya, jatuhkanlah dia ke dalam sungai. Janganlah engkau takut dan berduka cita." (QS. Al-Qashash: 7)

وَهَكَذَا أَلْقَتْهُ فِي الْيَمِّ وَلَمْ تَخَفْ، وَلَمْ تَحْزَنْ

Seperti itulah. Ibu Nabi Musa melemparkannya ke laut, tetapi ia tidak merasa takut dan bersedih.

مَعَ أَنَّ الْيَمَّ خَطِيرٌ عَلَى الطِّفْلِ الرَّضِيعِ عَادَةً

Padahal, laut sangat berbahaya bagi seorang bayi yang baru dilahirkan.

وَكَتَبَ اللَّهُ لَهُ النَّجَاةَ، وَتَلَقَّى فِرْعَوْنُ الطِّفْلَ الرَّضِيعَ

Namun, Allah menyelamatkannya dan Fir'aun telah menerima anak bayi tersebut

وَلَمْ يَخَفْ مِنْ كَفَالَتِهِ فِي قَصْرِهِ ؛ لِأَنَّ الطِّفْلَ الرَّضِيعَ لَا يُخِيفُ مَنْ رَبَّاهُ عَادَةً

Ia tidak takut diurus di istananya karena bayi tidak akan merasa takut pada pengasuhnya.

فَكَانَ هَلَاكُ فِرْعَوْنَ عَلَى يَدَيْهِ، وَهَكَذَا تَجْرِي عَجَائِبُ قَدَرِ اللَّهِ

Sebab itu kehancuran Fir'aun terjadi melalui tangannya karena itu merupakan keajaiban takdir (ketentuan) Allah..

وَقَدْ حَدَّثَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ عَنْ ثَلَاثَةِ أَصْنَافٍ مِنَ النَّاسِ لَا خَيْرَ فِيهِمْ :

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah membicarakan tiga kelompok manusia yang tidak ada kebaikan dalam diri mereka. Yaitu,

ثَلَاثَةٌ لَا تُسْأَلُ عَنْهُمْ ... وَرَجُلٌ فِي شَكٍّ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ وَالْقَنُوطِ مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ

"Tiga orang yang tidak ditanya tentang mereka... dan seseorang yang ragu terhadap urusan Allah serta putus asa dari rahmat Allah." Shohihul Jami’ no. 3059

وَلِذَلِكَ فَإِنَّ الْأُمَّةَ الَّتِي نَخَرَهَا الشَّكُّ، وَنَهَشَهَا الْقَنُوطُ لَا يُرْجَى خَيْرُهَا مَا لَمْ تَسْتَعِدِ الثِّقَةَ وَالْيَقِينَ بِنَصْرِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Oleh karena itu, umat yang jiwanya memiliki keraguan dan diselimuti rasa putus asa tidak akan bisa diharapkan kebaikan darinya, kecuali apabila kepercayaan dan keyakinan pada pertolongan Allah ada kembali.

إِنَّ عَقِيدَةَ الْإِيمَانِ بِالْقَدَرِ مَصْدَرٌ مِنْ مَصَادِرِ الثِّقَةِ بِأَنَّ الْعَاقِبَةَ لِلْمُتَّقِينَ

Akidah iman pada takdir merupakan sumber dari keyakinan bahwa kemenangan itu hanya bagi orang-orang yang bertakwa.

وَلِذَلِكَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ :

Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ حَقِيقَةً، وَمَا بَلَغَ عَبْدٌ حَقِيقَةَ الْإِيمَانِ، حَتَّى يَعْلَمَ أَنَّ مَا أَصَابَهُ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَهُ، وَمَا أَخْطَأَهُ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيبَهُ

"Sesungguhnya segala sesuatu memiliki hakikat, dan tidaklah seorang hamba mencapai hakikat iman sampai ia mengetahui bahwa apa yang menimpanya tidak akan meleset darinya, dan apa yang meleset darinya tidak akan menimpanya." Shohihul Jami’ no. 2150

لَيْسَتِ الْمَسْأَلَةُ مَسْأَلَةَ تَخَلُّفِ وَعْدِ اللَّهِ حَاشَاهُ سُبْحَانَهُ وَلَكِنَّهَا مَسْأَلَةُ التَّوْقِيتِ الْمَقْدُورِ

Masalahnya bukan janji Allah yang tidak ditepati—mahabuci Allah dari hal itu—tetapi hanyalah masalah waktu yang telah ditetapkan

وَالْأَجَلِ الْمَحْدُودِ، الَّذِي لَا يَتَقَدَّمُ لِاسْتِعْجَالِ مُتَعَجِّلٍ، وَلَا يَتَأَخَّرُ لِهَوَى كَسُولٍ

dan ketentuan yang ada batasnya, yang tidak akan terjadi lebih cepat hanya karena orang yang tergesa-gesa dan tidak tertunda karena nafsu kemalasan.

وَلِذَلِكَ كَانَ عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ كَثِيرًا مَا يَدْعُو :

Umar bin Abdul Aziz sering berdoa,

اللَّهُمَّ رَضِّنِي بِقَضَائِكَ، وَبَارِكْ لِي فِي قَدَرِكَ، حَتَّى لَا أُحِبَّ تَعْجِيلَ شَيْءٍ أَخَّرْتَهُ، وَلَا تَأْخِيرَ شَيْءٍ عَجَّلْتَهُ

"Ya Allah, jadikanlah aku ridha atas ketentuan-Mu, dan berkatilah aku dalam takdir-Mu karena aku tidak suka mempercepat suatu takdir yang Engkau akhirkan, dan tidak pula mengakhirkan suatu takdir yang Engkau percepat." Tahdzib Madarikis-Salikin

وَبِهَذِهِ النَّفْسِيَّةِ تَزُولُ ظَاهِرَةُ الِاسْتِعْجَالِ، وَيَطْمَئِنُّ الْقَلْبُ بِأَنَّ الْعَاقِبَةَ لِلْمُتَّقِينَ

Dengan kondisi psikologis seperti ini, ketergesa-gesaan akan hilang, dan dapat menenangkan hati karena pada akhirnya, kemenangan hanya bagi orang-orang yang bertakwa.

وَلَئِنْ مَرَّتِ الْأُمَّةُ بِفَتَرَاتِ ضَعْفٍ فَلَا نَنْسَ أَنَّهَا تَقَادِيرُ اللَّهِ، الَّذِي يَقْدِرُ عَلَى إِعَادَةِ عِزٍّ ضَاعَ

Walaupun umat Islam sedang melewati fase-fase lemah, maka jangan dilupakan bahwa itu adalah takdir Allah yang akan mampu mengembalikan kemuliaan yang telah hilang

وَاسْتِرْجَاعِ سِيَادَةٍ مَضَتْ، وَشَأْنُ الْبَشَرِ الصُّعُودُ وَالنُّزُولُ

Mengembalikan kejayaan masa lalu. Seperti itulah kondisi manusia, terkadang naik dan terkadang turun.

كَمَا فِي الْحَدِيثِ :

Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits,

مَثَلُ الْمُؤْمِنِ مَثَلُ السُّنْبُلَةِ، تُمِيلُ أَحْيَانًا وَتَقُومُ أَحْيَانًا

"Perumpamaan seorang mukmin bagaikan tangkai bulir gandum, terkadang miring dan terkadang tegak." Shohihul Jami’ no. 5845

الْمُهِمُّ أَنَّهَا تَقُومُ يَوْمًا مَا - وَتِلْكَ سُنَّةٌ كَوْنِيَّةٌ - وَهَذَا الْيَوْمُ آتٍ لَا مَحَالَةَ إِذَا تَوَفَّرَتِ الْأَسْبَابُ

Yang penting adalah pada suatu waktu, umat Islam akan tegak kembali dalam kejayaannya. Itu adalah sunatullah dan hari ini pasti akan datang jika sebab-sebab kemenangan itu terpenuhi.

وَهَكَذَا مَضَتْ سُنَّةُ اللَّهِ فِي الْأُمَمِ، كَمَا فِي الْحَدِيثِ :

Seperti itulah sunatullah tentang umat ini berlalu, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits,

عُرِضَتْ عَلَيَّ الْأُمَمُ، فَرَأَيْتُ النَّبِيَّ وَمَعَهُ الرَّهْطُ، وَالنَّبِيَّ وَمَعَهُ الرَّجُلُ وَالرَّجُلَانِ، وَالنَّبِيَّ لَيْسَ مَعَهُ أَحَدٌ

"Telah ditunjukkan kepadaku gambaran umat-umat. Aku melihat seorang nabi bersama sekelompok kecil pengikut, seorang nabi bersama satu-dua orang pengikut, dan seorang nabi tanpa ditemani seorang pun." Hr . Muslim

وَمَعَ ذَلِكَ اسْتَمَرَّتِ الدَّعْوَةُ، وَسَتَبْقَى مَهْمَا لَقِيَتْ مِنَ الضَّعْفِ فِي بَعْضِ الْأَزْمَانِ

Walaupun demikian, dakwah mereka tetap berjalan dan akan terus berjalan walau dalam kondisi lemah.

وَلَنْ يَعِيبَ النَّبِيَّ الَّذِي لَيْسَ مَعَهُ أَحَدٌ أَنَّهُ لَمْ يَهْتَدِ عَلَى يَدَيْهِ أَحَدٌ

Tidaklah seorang nabi akan tercela hanya karena tidak ada umatnya yang mendapatkan hidayah melaluinya.

رَغْمَ بَذْلِهِ جُهْدَهُ فِي دَعْوَتِهِ

Sebab, ia telah berusaha semaksimal mungkin.

كَمَا لَا يَعِيبُ الْمُجَاهِدَ أَلَّا يَصِلَ إِلَى النَّصْرِ، رَغْمَ طُولِ جِهَادِهِ

Begitu pula seorang mujahid, tidak akan tercela apabila ia belum mencapai kemenangan meski telah lama berjuang.

إِنَّمَا يَعِيبُنَا التَّقْصِيرُ فِي أَخْذِ الْأَسْبَابِ وَالْبُخْلُ بِالْجُهْدِ الْمُسْتَطَاعِ

Akan tetapi, kita dianggap tercela apabila kita lalai dalam mengambil sebab-sebab keberhasilan dan tidak ingin berjuang secara optimal.

وَإِنْ قَلَّ - وَالْبَاقِي تَعَهَّدَ بِهِ اللَّهُ حِينَ يَشَاءُ

walaupun sedikit — dan sisanya telah dijamin oleh Allah ketika Dia menghendakinya.

وَلَمَّا يَخْشَاهُ الشُّهَدَاءُ عَلَى مَنْ بَعْدَهُمْ مِنَ الْأَحْيَاءِ مِنْ ضَعْفِ الثِّقَةِ الْمُفْضِي إِلَى الزُّهْدِ بِالْجِهَادِ، أَوْ الْيَأْسِ مِنْ ثِمَارِهِ

Ketika para syuhada mengkhawatirkan generasi penerus setelah mereka akan lemahnya kepercayaan yang mengarah pada keengganan berjuang atau putus asa dari hasilnya,

يَقُولُونَ لِرَبِّهِمْ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى :

Mereka berkata kepada Tuhannya yang Mahasuci,

مَنْ يُبَلِّغُ إِخْوَانَنَا عَنَّا أَنَّا أَحْيَاءٌ فِي الْجَنَّةِ نُرْزَقُ؛ لِئَلَّا يَزْهَدُوا فِي الْجِهَادِ، وَلَا يَنْكُلُوا عِنْدَ الْحَرْبِ

"Siapakah yang akan menyampaikan kepada saudara-saudara kami tentang kami, bahwa kami hidup di surga diberi rezeki; agar mereka tidak enggan dalam berjuang dan tidak mundur saat perang?"

فَقَالَ اللَّهُ سُبْحَانَهُ : أَنَا أُبَلِّغُهُمْ عَنْكُمْ

Kemudian Allah Mahasuci berfirman: "Akulah yang akan menyampaikan kepada mereka tentang kalian." HR.. . Abu Daud

فَلَا بُدَّ لِلَّيْلِ أَنْ يَنْجَلِيَ، وَلَا بُدَّ لِلْغُثَاءِ أَنْ يَذْهَبَ جُفَاءً

Maka, malam pasti akan berlalu, dan buih pasti akan sirna tak berguna.

وَلَا بُدَّ لِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ أَنْ يَمْكُثَ فِي الْأَرْضِ، وَيَمْضِيَ قَدَرُ رَبِّ الْعَالَمِينَ فِي أَنْ تَكُونَ الْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

Dan apa yang bermanfaat bagi manusia akan tetap tinggal di bumi, serta berlanjutlah takdir Rabb semesta alam bahwa kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.

خُلَاصَةُ هَذَا الْفَصْلِ وَعَنَاصِرُهُ

Kesimpulan pasal ini dan poin-poin utamanya:

صَاحِبُ الْيَقِينِ وَاثِقٌ بِاللَّهِ مَهْمَا ضَاقَتْ عَلَيْهِ الدُّنْيَا


Orang yang memiliki keyakinan akan tetap percaya kepada Allah meski dunia terasa sempit baginya.

بِالصَّبْرِ وَالْيَقِينِ تُنَالُ الْإِمَامَةُ فِي الدِّينِ

2. Dengan kesabaran dan keyakinan, kepemimpinan dalam agama dapat diraih.

الْيَقِينُ خَيْرُ مَا يُؤْتَاهُ الْمَرْءُ، وَبِهِ صَلُحَتِ الْأُمَّةُ

3. Keyakinan adalah anugerah terbaik yang diberikan kepada seseorang, dan dengannya umat menjadi baik.

لَا يَزَالُ اللَّهُ يَغْرِسُ لِهَذَا الدِّينِ ... وَالْخَيْرَاتُ بِإِذْنِ اللَّهِ

4. Allah akan terus menanam hamba-hamba untuk agama ini... dan kebaikan pasti datang dengan izin-Nya.

مِنَ الْبَشَائِرِ بِنَصْرِ اللَّهِ :

5. Di antara kabar gembira akan datangnya pertolongan Allah adalah:

مُلْكُ الْأُمَّةِ سَيَبْلُغُ الْمَشَارِقَ وَالْمَغَارِبَ

a. Kekuasaan umat Islam akan sampai ke timur dan barat bumi.

الْإِسْلَامُ يَعْلُو وَلَا يُعْلَى، وَهُوَ يَزِيدُ، وَالشِّرْكُ يَنْقُصُ

b. Islam itu tinggi dan tidak ada yang melebihinya. Islam akan terus bertambah, sedangkan kesyirikan akan berkurang.

الْوَعْدُ بِالتَّمْكِينِ، وَلَنْ يَبْرَحَ الدِّينُ قَائِمًا

c. Janji kekuasaan/kejayaan, dan agama ini akan senantiasa tegak berdiri.

يَنْصُرُ اللَّهُ الْأُمَّةَ بِضَعِيفِهَا، وَيَرْفَعُ أَقْوَامًا وَيَضَعُ آخَرِينَ

d. Allah menolong umat melalui orang-orang yang lemah di antara mereka, serta merendahkan dan meninggikan suatu kaum.

فِي كُلِّ قَرْنٍ سَابِقُونَ وَمُجَدِّدُونَ، وَاللَّهُ آذَنَ أَعْدَاءَهُ بِالْحَرْبِ

e. Pada setiap abad ada orang-orang yang terdepan dalam kebaikan dan para pembaharu (mujaddid), serta Allah telah mengumumkan perang kepada musuh-musuh-Nya.

النَّصْرُ آتٍ وَلَكِنَّ النَّاسَ يَسْتَعْجِلُونَ، أَوْ يَشْكُونَ، وَيَضْعُفُ إِيمَانُهُمْ بِالْقَدَرِ

f. Pertolongan itu pasti datang, tetapi manusia sering tergesa-gesa, mengeluh, dan melemah imannya terhadap takdir.

الْوَعْدُ آتٍ، وَلَكِنَّ اللَّهَ هُوَ الَّذِي يُحَدِّدُ مِيقَاتَهُ

g. Janji Allah pasti datang, tetapi hanya Allah yang menentukan waktunya.

لَا حَرَجَ فِي قِلَّةِ الْأَتْبَاعِ، وَلَكِنَّ الْحَرَجَ فِي التَّقْصِيرِ فِي الْأَخْذِ بِالْأَسْبَابِ

h. Tidak ada celakanya sedikit pengikut, tetapi yang menjadi cela adalah kelalaian dalam mengambil sebab-sebab.

 

Sumber:

هَذِهِ أَخْلَاقُنَا حِينَ نَكُونُ مُؤْمِنِينَ

The Most Perfect Habit

Mahmud Muhammad Al Hazandar

∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞

Catatan: Silakan bila ada masukan atau kesalahan - tinggalkan di kolom komentar dalam rangka penyempurnaan.

Dipersilakan - share - Semoga bermanfaat

#akhlak


Tidak ada komentar: