Label xxx

Senin, 19 Februari 2024

Sabar dan Menyabarkan diri - 06 - BAB 01 - Hadzihi Akhlaquna

 

BAB 01

AKHLAK YANG HARUS DIMILIKI PADA WAKTU BERJUANG

PASAL 06

الصَّبْرُ وَالْمُصَابَرَةُ

Sabar dan Menyabarkan Diri

إصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا

"Bersabarlah, cukupkanlah dengan kesabaran dan teguhkanlah kekuatan."

الْمُجَاهِدُ الَّذِي ارْتَضَى لِنَفْسِهِ طَرِيقَ التَّضْحِيَةِ لَنْ يَسْتَمِرَّ فِي هَذَا الطَّرِيقِ مَا لَمْ يَتَحَلَّ بِالصَّبْرِ،

Seorang mujahid yang telah mengorbankan dirinya untuk berjuang di jalan Allah tidak akan dapat terus melakukan hal itu selama ia tidak memiliki sifat sabar.

وَأَيَّةُ فِئَةٍ اخْتَارَتْ طَرِيقَ الِابْتِلَاءِ فَلَنْ تَدُومَ رَابِطَتُهَا وَلَنْ تَتَمَاسَكَ بِنْيَتُهَا مَا لَمْ تَتَوَاصَ بِالْحَقِّ وَتَتَوَاصَ بِالصَّبْرِ

Kelompok mana pun yang telah memilih jalan yang penuh dengan cobaan tidak akan kuat ikatannya dan tidak akan kokoh niatnya selama mereka tidak saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.

وَالْمُؤْمِنُونَ جَمِيعًا مُخَاطَبُونَ بِقَوْلِ رَبِّهِمْ -عَزَّ وَجَلَّ-

Semua orang mukmin diharuskan tunduk pada firman-Nya,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ [آل عمران : ۲۰۰]

"Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah, cukupkanlah dengan kesabaran dan tegühkanlah kekuatan agar kamu menjadi orang-orang yang beruntung." Qs. Ali Imran [3]: 200

عُرِّفَ الصَّبْرُ الِاخْتِيَارِيُّ بِتَعَارِيفَ كَثِيرَةٍ نَخْتَارُ مِنْهَا الْأَقْوَالَ التَّالِيَةَ

Para ulama telah mendefinisikan shabar ikhtiyary (sabar dengan kehendak manusia) dengan beberapa definisi. Berikut ini beberapa definisi yang kami pilihkan.

قَالَ الطَّبَرِيُّ : ( الصَّبْرُ : مَنْعُ النَّفْسِ مَحَابَّهَا، وَكَفُّهَا عَنْ هَوَاهَا ) 

Ath-Thabari mendefinisikan bahwa, "Sabar adalah mencegah diri dari hal yang disukainya dan menahan diri dari hawa nafsunya." Fathul bari 3/172

وَقَالَ إِبْرَاهِيمُ الْخَوَّاصُ: ( الصَّبْرُ هُوَ الثَّبَاتُ عَلَى الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ ) (٢)

Ibrahim al-Khawash mendefenisikan bahwa, "Sabar adalah berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah." Hr. Muslim 2/104

وَوَصَفَهُ ابْنُ الْجَوْزِيِّ بِأَنَّهُ : ( حَبْسُ النَّفْسِ عَنْ فِعْلِ مَا تُحِبُّهُ، وَإِلْزَامُهَا بِفِعْلِ مَا تَكْرَهُ فِي الْعَاجِلِ، مِمَّا لَوْ فَعَلَهُ أَوْ تَرَكَهُ لَتَأَذَّى بِهِ فِي الْآجِلِ )

Adapun Ibnu al-Jauzi menggambarkan bahwa, "Sabar adalah menahan diri dari perbuatan yang disukainya dan memaksa diri melakukan perbuatan yang dibencinya pada saat itu, karena apabila perbuatan tersebut dilakukan atau ditinggalkan, maka ia akan menderita pada waktu yang akan datang setelah waktu itu." Fathul bari 11/304

وَأَمَّا الصَّبْرُ عَلَى الْبَلَاءِ الْمَقْدُورِ وَالْمَصَائِبِ النَّازِلَةِ الَّتِي لَيْسَ فِيهَا لِلْإِنْسَانِ إِرَادَةٌ وَلَا اخْتِيَارٌ فَكَمَا

Sedangkan sabar atas bencana yang telah ditentukan Allah atau sabar akan musibah yang datang secara tiba-tiba dan di luar kehendak dan pilihan manusia,

قَالَ ابْنُ عَطَاءِ : ( الصَّبْرُ: الْوُقُوفُ مَعَ الْبَلَاءِ بِحُسْنِ الْأَدَبِ )

didefinisikan oleh Ibnu Atha la menjelaskan bahwa, "Sabar adalah menerima bencana dengan cara yang baik."

وَقَالَ أَبُو عَلِيٍّ الدَّقَّاقُ : ( حَقِيقَةُ الصَّبْرِ أَنْ لَا يَعْتَرِضَ عَلَى الْمَقْدُورِ . . ) 

Abu Ali ad-Daqaiq mendefinisikannya, "Hakikat sabar adalah tidak menentang ketentuan yang telah ditetapkan untuknya." Syarah Muslim An-Nawawi 2/104

وَالْحَيَاةُ صِرَاعٌ بَيْنَ الْحَقِّ وَالْبَاطِلِ، وَيَفُوزُ فِي هَذَا الصِّرَاعِ الْأَطْوَلُ نَفَسًا وَالْأَكْثَرُ احْتِمَالًا

Hidup adalah pergelutan antara hak (kebenaran) dan batil, dan yang akan memenangkan dalam pergelutan ini adalah yang napasnya lebih panjang dan kemungkinannya lebih banyak. Firman- Nya,

وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ ... [الفرقان : ٢٠]

"...Dan Kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. Maukah kamu bersabar?..." (al-Furqaan [25]: 20)

وَيَتَوَاصَى أَهْلُ الْبَاطِلِ بِالصَّبْرِ عَلَى بَاطِلِهِمْ

Sedangkan orang yang melakukan kebatilan saling menasihati dalam kesabaran untuk kebatilan mereka.

وَانْطَلَقَ الْمَلَأُ مِنْهُمْ أَنِ امْشُوا وَاصْبِرُوا عَلَى آلِهَتِكُمْ ... [ ص : ٦]

Firman-Nya, "Dan pergilah pemimpin-pemimpin mereka (seraya berkata), 'Pergilah kamu dan tetaplah (menyembah) tuhan-tuhanmu, sesungguhnya ini benar- benar suatu hal yang dikehendaki." Qs. Shaad [38]: 6

إِنْ كَادَ لَيُضِلُّنَا عَنْ آلِهَتِنَا لَوْلَا أَنْ صَبَرْنَا عَلَيْهَا ... [ الفرقان : ٤٢]

Dan firman-Nya, "Sesungguhnya hampirlah ia menyesatkan kita dari sembahan-sembahan kita, seandainya kita tidak sabar (menyembah) nya. Dan mereka kelak akan mengetahui di saat mereka melihat azab, siapa yang paling sesat jalannya." (al-Furqaan [25]: 42)

أَفَلَا يَقُولُ أَهْلُ الْحَقِّ لِلْمُبْطِلِينَ

Apakah tidak sebaiknya orang-orang yang dalam kebenaran berkata kepada orang-orang yang batil,

وَلَنَصْبِرَنَّ عَلَى مَا آذَيْتُمُونَا : ... [إبراهيم: ١٢]

sebagaimana firman-Nya, "...dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan- gangguan yang kamu lakukan kepada kami..." Qs. Ibrahim [14]: 12

حَتَّى تَتَحَقَّقَ فِيهِمْ سُنَّةُ اللَّهِ بِالنَّصْرِ وَالتَّمْكِينِ

sehingga sunnatullah dapat dicapai oleh mereka dengan keteguhan dan kekuasaannya.

وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ الْحُسْنَى عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ بِمَا صَبَرُوا ..... [الاعراف: ۱۳۷ ]

Firman-Nya, "...Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk bani Israel disebabkan kesabaran mereka..." Qs. Al-A'raaf [7] 137

وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا . [السجدة : ٢٤]

Firman-Nya lagi, "Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami." (As-Sajdah [32]: 24)

كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ يَتَعَلَّلُونَ بِأَنَّ طِبَاعَهُمْ تَغْلِبُهُمْ

Banyak orang beralasan bahwa kondisilah yang telah membuat mereka menyerah,

وَأَنَّهُ لَيْسَ لَدَيْهِمُ الْقُدْرَةُ عَلَى التَّحَمُّلِ وَالصَّبْرِ

tidak mampu menanggung beban, dan bertahan dalam kesabaran.

وَلَوْ جَاهَدَ أَحَدُهُمْ نَفْسَهُ لَكَظَمَ الْغَيْظَ : وَعَفَّ عَنِ الْحَرَامِ، وَوَسَّعَ صَدْرَهُ

Jika salah seorang di antara mereka berjuang untuk dirinya, maka ia akan mampu menahan emosinya, mencegah dari hal-hal yang haram, dadanya menjadi lapang,

وَقَنِعَ بِمَا آتَاهُ اللَّهُ إِيَّاهُ، وَتَجَلَّدَ عَلَى مَا ابْتَلَاهُ اللَّهُ بِهِ؛

dan menerima apa yang diberikan Allah kepadanya serta tegar dalam menerima bencana yang diturunkan Allah.

حَتَّى يَكْتَسِبَ هَذَا الْخُلُقَ، فَقَدْ

Sehingga, dengan cara tersebut, ia akan memiliki sikap sabar, sebagaimana telah disebutkan dalam sabda Rasulullah

قَالَ لَهُ : ( وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللَّهُ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللَّهُ، وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللَّهُ .. (

"Barangsiapa yang menjauhkan diri dari yang haram maka Allah akan menjauhkannya dari yang haram itu. Barangsiapa yang mencukupkan diri maka Allah akan mencukupkannya. Barangsiapa yang bersabar, maka Allah akan menyabarkannya." Hr. Bukhari 1469

وَيُوَضِّحُ هَذَا الْمَعْنَى ابْنُ حَجَرٍ بِقَوْلِهِ : .. يُصَبِّرْهُ اللَّهُ

Ibnu Hajar menjelaskan maksud hadits tersebut, "Maka Allah akan menyabarkannya"

أَيْ فَإِنَّهُ يُقَوِّيهِ وَيُمَكِّنُهُ مِنْ نَفْسِهِ حَتَّى تَنْقَادَ لَهُ، وَيُذْعِنَ لِتَحَمُّلِ الشِّدَّةِ

artinya Allah akan menguatkan dirinya dan memudahkan ia dalam menguasai dirinya sehingga dapat tunduk padanya dan tabah dalam menanggung penderitaan yang dialaminya.

فَعِنْدَ ذَلِكَ يَكُونُ اللَّهُ مَعَهُ فَيُظْفِرُهُ بِمَطْلُوبِهِ 

Dalam kondisi seperti itu Allah akan selalu menemaninya dan memenuhi permintaannya. Fathul bari 11/304

وَالصَّبْرُ الْمَحْمُودُ مَا كَانَ بِغَيْرِ تَسَخُّطٍ وَلَا جَزَعٍ وَلَا يَأْسٍ وَلَا شَكْوَى

Sabar yang terpuji adalah kesabaran yang dilakukan tanpa kemarahan, tanpa kegelisahan, tanpa putus asa, dan tanpa keluhan (kepada selain Allah).

وَفِي هَذَا الْمَعْنَى يَقُولُ لَهُ : لَيْسَ مِنْ أَحَدٍ يَقَعُ الطَّاعُونُ ؛ فَيَمْكُثُ فِي بَلَدِهِ صَابِرًا مُحْتَسِبًا، يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا يُصِيبُهُ إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ، إِلَّا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ شَهِيدٍ 

Dalam hal ini, Rasulullah saw, bersabda, "Dan tidaklah seseorang itu tertimpa penyakit tha'un kemudian ia tetap tinggal di kampungnya dengan penuh sabar dan berserah diri pada Allah, karena ia menyadari bahwa apa yang menimpanya itu adalah ketentuan Allah untuk dirinya, ia akan mendapatkan pahala orang yang mati syahid." Hr. Bukhari 3474

يَقُولُ ابْنُ حَجَرٍ : صَابِرًا : أَيْ غَيْرَ مُنْزَعِجٍ وَلَا قَلِقٍ، بَلْ مُسَلِّمًا لِأَمْرِ اللَّهِ رَاضِيًا بِقَضَائِهِ 

Ibnu Hajar menjelaskan maksudnya, "Dengan penuh sabar" artinya ia merasa tidak terganggu dan tidak pula cemas, serta pasrah pada ketentuan Allah dan menerima ketentuan-Nya. Fathul bari 10/193 - Hadist 5734

وَحِينَ أُمِرَ رَسُولُ اللَّهِ بِالصَّبْرِ فِي بِدَايَةِ الدَّعْوَةِ أُمِرَ بِالصَّبْرِ الْجَمِيلِ

Rasulullah saw. pada awal perjuangannya diperintahkan oleh Allah untuk bersabar dengan cara yang baik.

فَاصْبِرْ صَبْرًا جَمِيلًا  -المعارج : ٥

Dalam firman-Nya disebutkan, "Sebab itu, sabarlah engkau menurut cara yang sebaiknya." (al- Ma'aarij [70] : 5

يَقُولُ الْقُرْطُبِيُّ : وَالصَّبْرُ الْجَمِيلُ : هُوَ الَّذِي لَا جَزَعَ فِيهِ وَلَا شَكْوَى لِغَيْرِ اللَّهِ 

Al-Qurtubi menjelaskan makna tersebut, "Sabar dengan cara yang sebaiknya adalah sabar yang dilakukan dengan tanpa rasa gelisah dan tanpa mengeluh kepada selain Allah," Tafsir Qurtubi 18/183

وَالصَّبْرُ الْمَحْمُودُ مَا كَانَ فِيهِ تَمَامُ التَّوَكُّلِ عَلَى اللَّهِ وَكَمَالُ الْيَقِينِ بِهِ

Sabar yang terpuji adalah yang benar-benar bertawakal kepada Allah dan yakin kepada-Nya.

هَذَا الْيَقِينُ الَّذِي يَجْعَلُ الْمُجَاهِدَ مُقْبِلًا غَيْرَ مُدْبِرٍ

Keyakinan inilah yang menjadikan seorang mujahid siap maju dan pantang mundur.

قَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ قُتِلْتُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُكَفِّرُ عَنِّي خَطَايَايَ ؟ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ : نَعَمْ

Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah saw., "Bagaimana pendapatmu apabila aku terbunuh di jalan Allah, apakah dapat menghapus dosa-dosaku?" Rasulullah saw. menjawab, "Ya benar,

إِنْ قُتِلْتَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأَنْتَ صَابِرٌ مُحْتَسِبٌ مُقْبِلٌ غَيْرُ مُدْبِرٍ . . 

apabila engkau terbunuh di jalan Allah sedangkan engkau dalam keadaan sabar, berserah diri pada Allah, siap maju dan pantang mundur." Hr. At-Turmudzi

وَهُوَ الصَّبْرُ الْمُتَجَمِّلُ بِالْيَقِينِ فِي سَاعَةِ الْمُصِيبَةِ؛ بِحَيْثُ لَا يَفْقِدُ صَوَابَهُ وَلَا يَهْذِي بِلِسَانِهِ

Yakni, sabar yang dihiasi dengan keyakinan pada saat terjadinya musibah, di mana ia tidak kehilangan kontrol kebenarannya dan mengeluh.

وَفِي الْحَدِيثِ الْقُدْسِيِّ

Dalam sebuah hadits Qudsi Allah berfirman,

ابْنَ آدَمَ إِنْ صَبَرْتَ وَاحْتَسَبْتَ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الْأُولَى لَمْ أَرْضَ لَكَ ثَوَابًا دُونَ الْجَنَّةِ 

"Wahai anak Adam, apabila engkau bersabar dan berserah diri (pada Allah) ketika awal terjadinya musibah, maka Aku tidak akan rela bagimu kecuali surga." Hr. Ibnu Majah 1597

قَالَ الْخَطَّابِيُّ : الْمَعْنَى أَنَّ الصَّبْرَ الَّذِي يُحْمَدُ عَلَيْهِ صَاحِبُهُ مَا كَانَ عِنْدَ مُفَاجَأَةِ الْمُصِيبَةِ بِخِلَافِ مَا بَعْدَ ذَلِكَ فَإِنَّهُ عَلَى الْأَيَّامِ يَسْلُو

Al-Khataby menerangkan, "Bahwa yang dimaksud sabar yang baik bagi pemiliknya adalah sabar yang dimiliki ketika musibah terjadi secara tiba-tiba. Apabila sabar dimiliki setelah itu, maka dengan berlalunya hari rasa duka dapat terlupakan." Fathul bari 1283

إِنَّ الَّذِينَ عَاشُوا حَيَاةَ الصَّبْرِ ذَاقُوا لَذَّتَهَا وَقَطَفُوا ثَمَرَتَهَا وَتَرَكَتْ تِلْكَ الْمَوَاقِفُ الصَّابِرَةُ أَثَرَهَا فِي حَيَاتِهِمْ

Orang-orang yang hidup dalam kesabaran akan menikmati kelezatannya, menuai hasilnya, dan sikap kesabaran tersebut dapat memperoleh dampak positif dalam kehidupannya.

قَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : ( وَجَدْنَا خَيْرَ عَيْشِنَا بِالصَّبْرِ ) 

Oleh karena itu, Umar bin Khaththab berkata, "Kami mendapatkan hidup yang indah dengan kesabaran." Hr. Bukhari 1469

وَقَالَ : .. وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ

Dan sabdanya, "Tidaklah aku memberi seorang hamba sebuah pemberian yang sangat baik dan sangat luas kecuali kesabaran." Hr. Bukhari - Ar-raqaaiq

وَقَدْ وَصَفَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ الصَّبْرَ بِقَوْلِهِ

Untuk itu, Rasulullah saw. memberikan pengertian tentang sabar,

وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ 

"Sabar adalah cahaya." Hr. Muslim 1/223

يَقُولُ النَّوَوِيُّ : ( وَالْمُرَادُ أَنَّ الصَّبْرَ مَحْمُودٌ، وَلَا يَزَالُ صَاحِبُهُ مُسْتَضِيئًا مُهْتَدِيًا مُسْتَمِرًّا عَلَى الصَّوَابِ)

Imam Nawawi menjelaskan maksudnya, "Sabar merupakan sifat terpuji, dan pemiliknya akan terus mendapat cahaya, hidayah, dan selalu ada dalam kebenaran." An-Nawawi - Syarh Muslim 2/103-104

وَقَدْ تَعَجَّبَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ مِنَ الْخَيْرِيَّةِ الَّتِي تَعُمُّ حَيَاةَ الصَّابِرِينَ

Rasulullah saw. merasa kagum akan kebaikan yang mewarnai kehidupan orang-orang yang bersabar,

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ 

"Sungguh unik keadaan orang-orang yang beriman. Semua keadaan adalah baik baginya dan tidak ada yang memilikinya kecuali hanya orang yang beriman. Apabila mendapat kesenangan ia akan bersyukur sehingga kebaikanlah yang didapatnya, dan apabila ia ditimpa malapetaka, ia bersabar sehingga kebaikan pula yang didapatnya." An-Nawawi - Syarh Muslim 64/2999

وَقَالَ تَعَالَى : .... وَلَئِنْ صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِلصَّابِرِينَ [النحل : ١٢٦]

Allah berfirman, "...Akan tetapi, jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar." Qs. An-Nahl [16]: 126

وَأَهَمُّ مَا فِي حَيَاةِ الصَّبْرِ مِنَ الْخَيْرِ أَنَّهَا تُمَيِّزُ الصَّفَّ وَتَكْشِفُ مَعَادِنَ الرِّجَالِ

Manfaat yang paling penting dalam kehidupan bersabar pada kebaikan adalah untuk membedakan shaf (barisan) dan menemukan para pejuang.

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَ أَخْبَارَكُمْ ... [محمد : ٣١]

Allah berfirman, "Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu; dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu." Qs. Muhammad [47] : 31

وَقَدْ يَظُنُّ النَّاسُ أَنَّ الصَّبْرَ ذِلَّةٌ لِصَاحِبِهِ مَعَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يُؤَكِّدُ أَنَّهُ

Orang-orang mengira bahwa sabar adalah sikap hina bagi yang memilikinya, padahal Rasulullah ﷺ menegaskan,

وَلَا ظُلِمَ عَبْدٌ مَظْلَمَةً صَبَرَ عَلَيْهَا إِلَّا زَادَهُ اللَّهُ -عَزَّ وَجَلَّ- عِزًّا

"Tidaklah dianggap hina bagi hamba yang tertimpa musibah apabila ia bersabar atas musibah tersebut, karena Allah akan menambahkan kepadanya kemuliaan." Shahihul Jami' 3024

وَالثَّابِتُ عَلَى الصَّبْرِ الدَّائِبُ فِي الْعَمَلِ يُبَشِّرُهُ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ بِمَا بَشَّرَ بِهِ ابْنَ عَبَّاسٍ

Orang yang teguh dalam kesabaran telah mendapatkan kabar gembira dari Rasulullah ﷺ., sebagaimana dikabarkan kepada Ibnu Abbas r.a.,

وَاعْلَمْ أَنَّ فِي الصَّبْرِ عَلَى مَا تَكْرَهُ خَيْرًا كَثِيرًا، وَأَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَالْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ، وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا 

"Ketahuilah, bahwa sabar dalam hal yang kita benci terdapat banyak kebaikan, (dan ketahuilah pula) bahwa pertolongan itu akan datang dengan adanya kesabaran, kelapangan (kepuasan) akan tiba setelah adanya kesulitan dan setelah kesulitan akan datang kemudahan." Hr. Imam Ahmad 1/307-308

وَالْمُجْتَمَعُ الْمُسْلِمُ هُوَ الَّذِي يَعُمُّ فِيهِ التَّنَاصُحُ بِالصَّبْرِ وَالتَّوَاصِي بِهِ فَحِينَ مَرَّ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ بِامْرَأَةٍ وَهِيَ تَبْكِي عِنْدَ قَبْرٍ

Masyarakat Islam adalah orang yang bertugas menyebarkan sikap saling menasihati dan berwasiat dalam kesabaran. Ketika Rasulullah ﷺ. melewati seorang perempuan yang sedang menangis di sebuah kuburan,

قَالَ لَهَا :  اتَّقِي اللَّهَ وَاصْبِرِي 

beliau bersabda, "Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah." Hr. Bukhari 1283

وَحِينَ أَرْسَلَتْ إِلَيْهِ إِحْدَى بَنَاتِهِ تُخْبِرُهُ أَنَّ ابْنَهَا قُبِضَ أَرْسَلَ إِلَيْهَا بِقَوْلِهِ

Ketika salah satu anak perempuan memberitahukan bahwa anak laki-lakinya telah meninggal, maka beliau menjawabnya,

إِنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلٌّ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ ... 

"Sesungguhnya Allah adalah yang berhak mengambil dan yang berhak memberi, karena semuanya memiliki ketentuan yang jelas di hadapan-Nya. Oleh karena itu, bersabarlah dan serahkanlah pada Allah." Hr. Bukhari 1284

وَلَا يَزُولُ الْخُسْرَانُ عَنِ الْمُجْتَمَعِ الْبَشَرِيِّ مَا لَمْ يَكُنْ مِنْ صِفَاتِهِمْ

Dan sebuah kerugian besar bagi masyarakat muslim apabila mereka tidak memiliki sifat-sifat berikut yang terdapat dalam firman-Nya,

وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ [العصر: ٣ ]

"Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal salih dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran." ('Ashr [103]: 3)

وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِ [ البلد : ١٧ ]

Firman-Nya yang lain, "Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang." (al-Balad [90]: 17)

وَلِأَنَّ طَعْمَ الصَّبْرِ مُرٌّ فَلَا بُدَّ أَنْ يَتَعَهَّدَ الْإِنْسَانُ نَفْسَهُ وَيَتَزَوَّدَ بِالصَّبْرِ الْجَمِيلِ، وَمِمَّا يُعِينُ الْمُسْلِمَ عَلَى التَّصَبُّرِ اسْتِحْضَارُ مَا أَعَدَّ اللَّهُ لِلصَّابِرِينَ؛

Karena rasa kesabaran itu pahit, maka manusia harus berjanji pada dirinya dan melengkapinya dengan kesabaran yang sebaik- baiknya, dan di antara yang dapat membantu seorang muslim untuk bersabar adalah mengingat apa yang dijanjikan Allah bagi orang-orang yang bersabar.

مِنْ تَكْفِيرِ السَّيِّئَاتِ وَرَفْعِ الدَّرَجَاتِ وَتَكْثِيرِ الْحَسَنَاتِ؛

Dari penghapusan dosa-dosa, pengangkatan derajat, dan menambah kebaikan.

فَفِي قِصَّةِ الْمَرْأَةِ الَّتِي كَانَتْ تُصْرَعُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ خَيَّرَهَا

Dalam kisah seorang wanita yang perasaannya sedang berkobar-kobar (bergejolak) karena tertimpa musibah. Rasulullah memberikan pilihan kepadanya yaitu,

إِنْ شِئْتِ صَبَرْتِ وَلَكِ الْجَنَّةُ، وَإِنْ شِئْتِ دَعَوْتُ اللَّهَ أَنْ يُعَافِيَكِ .. فَقَالَتْ : أَصْبِرُ

"Apabila engkau bersabar, engkau akan mendapatkan surga, dan apabila engkau setuju aku berdoa kepada Allah agar memaafkanmu untuk mengangkat musibah kembali." Lalu ia menjawab, "Aku akan bersabar." Hr. Bukhari 5652

وَجَاءَ ثَلَاثَةُ نَفَرٍ إِلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ يَشْكُونَ إِلَيْهِ حَاجَتَهُمْ لِلنَّفَقَةِ وَالدَّابَّةِ وَالْمَتَاعِ

Ada tiga orang yang datang menemui Abdullah bin Amru bin Ash mengeluhkan tentang kebutuhan mereka akan nafkahnya. Hewan sebagai alat transportasi dan harta benda.

فَخَيَّرَهُمْ : إِنْ شِئْتُمْ رَجَعْتُمْ إِلَيْنَا فَأَعْطَيْنَاكُمْ مَا يَسَّرَ اللَّهُ لَكُمْ

Abdullah bin Amru memberikan pilihan kepada mereka, "Apabila kalian ingin, maka datanglah kembali ke sini aku akan kasih apa yang telah Allah siapkan untuk kalian,

وَإِنْ شِئْتُمْ ذَكَرْنَا أَمْرَكُمْ لِلسُّلْطَانِ، وَإِنْ شِئْتُمْ صَبَرْتُمْ

atau apabila kalian ingin aku mengadukan masalah kalian kepada penguasa, atau kalian bersabar saja

فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ : فُقَرَاءُ الْمُهَاجِرِينَ يَسْبِقُونَ الْأَغْنِيَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلَى الْجَنَّةِ بِأَرْبَعِينَ خَرِيفًا

karena aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Orang- orang Muhajirin yang fakir miskin akan lebih dahulu masuk surga daripada orang-orang kayanya, dengan jarak sejauh 40 musim tahun."

قَالُوا : ( فَإِنَّا نَصْبِرُ لَا نَسْأَلُ شَيْئًا ) 

Mereka menjawab, "Kami akan bersabar dan tidak ingin minta apa-apa." Hr. Muslim 37/2979

وَيُعِينُ الْمَرْءَ عَلَى الصَّبْرِ وَالثَّبَاتِ تَذَكُّرُ سِيَرِ الصَّالِحِينَ وَالتَّأَسِّي بِهِمْ

Cara agar bisa bersabar dan tetap tegar adalah mengingat sejarah orang-orang saleh dan mengambil suri teladannya.

فَحِينَ ذُكِرَ لِرَسُولِ اللَّهِ ﷺ أَنَّ رَجُلًا قَدَحَ فِي قِسْمَةِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ قَالَ : يَرْحَمُ اللَّهُ مُوسَى قَدْ أُوذِيَ بِأَكْثَرَ مِنْ هَذَا فَصَبَرَ 

Ketika diceritakan kepada Rasulullah ﷺ ada seseorang yang mengkritik cara pembagian Rasulullah, beliau bersabda, "Semoga Allah mengasihi Musa. Ia telah disakiti lebih dari ini tapi ia tetap bersabar." Hr. Bukhari 3405

وَقَدْ وَجَّهَهُ الْقُرْآنُ إِلَى هَذَا الْمَعْنَى فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ .... الأحقاف : ٣٥

Al-Qur'an juga telah menunjukkan makna ini, "Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar..." al-Ahqaaf [46]: 35

وَيَهُونُ عَلَى النَّفْسِ اسْتِقْبَالُ الْبَلَاءِ وَتَلَقِّي الْمِحَنِ، حِينَ تَعْلَمُ أَنَّ الْبَلَاءَ وَالصَّبْرَ عَلَى قَدْرِ صَلَابَةِ الدِّينِ وَقُوَّتِهِ

Jiwa akan terasa ringan dalam menghadapi bencana dan menerima cobaan jika ia tahu bahwa bencana dan kesabaran ini diturunkan sesuai dengan kadar ketahanan dan kekuatan agamanya.

سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَيُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلَاءً ؟

Rasulullah ﷺ pernah ditanya tentang manusia yang mendapatkan ujian yang paling berat,

فَقَالَ : «الْأَنْبِيَاءُ . ثُمَّ الْأَمْثَلُ فَالْأَمْثَلُ. يُبْتَلَى الْعَبْدُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ؛

Rasulullah ﷺ menjawab, "Para nabi, kemudian orang yang kuat imannya akan diuji dengan cobaan yang berat juga. Seorang hamba akan diuji sesuai dengan kekuatan agamanya.

فَإِنْ كَانَ فِي دِينِهِ صَلْبًا اشْتَدَّ بَلَاؤُهُ، وَإِنْ كَانَ فِي دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِيَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ، فَمَا يَبْرَحُ الْبَلَاءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِي عَلَى الْأَرْضِ وَمَا عَلَيْهِ مِنْ خَطِيئَةٍ 

Apabila agamanya kuat, maka ujiannya pun lebih berat, dan apabila agamanya lemah, maka ujiannya pun lebih ringan. Dan tidaklah sebuah bencana diangkat dari hamba-Nya sehingga ia berjalan di muka bumi ini dengan tanpa dosa." Hr. Ibnu Majjah 3249

وَفِي حَدِيثٍ آخَرَ: «لَقَدْ كَانَ أَحَدُهُمْ يُبْتَلَى بِالْفَقْرِ حَتَّى مَا يَجِدُ إِلَّا الْعَبَاءَةَ يَجُوبُهَا فَيَلْبَسُهَا

Dalam hadits lain, "Ada seseorang yang telah diuji Allah dengan kemiskinan hingga ia tidak mempunyai apa-apa kecuali sebuah mantel,

وَيُبْتَلَى بِالْقَمْلِ حَتَّى يَقْتُلَهُ، وَلَأَحَدُهُمْ كَانَ أَشَدَّ فَرَحًا بِالْبَلَاءِ مِنْ أَحَدِكُمْ بِالْعَطَاءِ 

kemudian ia lubangi mantel tersebut dan memakainya. Setelah itu, Allah mengujinya lagi dengan kutu-kutu yang dapat menyebabkan ia meninggal. Dan ada pula orang yang akan merasa lebih bahagia jika diberi ujian daripada diberi kesenangan (rezeki)." Shahihul Jami' 995

وَحِينَ يَعْلَمُ الصَّابِرُ مَا يَزِيحُهُ الصَّبْرُ عَنْ كَاهِلِهِ مِنَ الذُّنُوبِ؛

Ketika seorang penyabar mengetahui bahwa kesabaran itu dapat menghilangkan dosa yang ada di pundaknya,

يَكُونُ أَكْثَرَ طَمَعًا فِي رَحْمَةِ اللَّهِ، وَأَكْثَرَ رِضًى بِقَدَرِ اللَّهِ

maka ia akan semakin merasa kurang akan rahmat Allah dan semakin merasa rela akan qadar (ketentuan) Allah.

فَبَعْضُ النَّاسِ لَيْسَ لَهُمْ أَعْمَالٌ صَالِحَةٌ يُدَاوِمُونَ عَلَيْهَا تَرْفَعُ دَرَجَاتِهِمْ، يَصِلُونَ إِلَى الْمَرَاتِبِ الْعُلْيَا بِالصَّبْرِ

Ada sebagian orang yang tidak memiliki amal saleh yang dilakukannya secara rutin, namun ia dapat sampai kepada derajat yang tinggi karena kesabarannya,

إِنَّ الرَّجُلَ لَتَكُونُ لَهُ الْمَنْزِلَةُ عِنْدَ اللَّهِ فَمَا يَبْلُغُهَا بِعَمَلٍ فَلَا يَزَالُ اللَّهُ يَبْتَلِيهِ بِمَا يَكْرَهُ حَتَّى يُبْلِغَهُ إِيَّاهَا، 

"Seseorang bisa mendapatkan kedudukan yang tinggi di hadapan Allah yang tidak diperolehnya dengan berbagai amal, tetapi Allah terus mengujinya dengan hal-hal yang tidak ia sukai sehingga ia sampai pada derajat itu. Yakni, dengan sabar atas berbagai ujian atau cobaan." Shahihul Jami' 1625

وَهَؤُلَاءِ يَغْبِطُهُمْ أَهْلُ نَعِيمِ الدُّنْيَا عَلَى مَا هُمْ فِيهِ

Orang-orang yang mendapatkan kemewahan dunia akan mengharapkan seperti mereka (orang yang sabar) pada hari Kiamat karena pahala yang diperolehnya,

لَيَوَدَّنَّ أَهْلُ الْعَافِيَةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

"Orang-orang yang mendapatkan kesenangan di dunia berharap pada hari Kiamat,

أَنَّ جُلُودَهُمْ قُرِضَتْ بِالْمَقَارِيضِ مِمَّا يَرَوْنَ مِنْ ثَوَابِ أَهْلِ الْبَلَاءِ 

jika saja kulit-kulit mereka terpotong oleh gunting-gunting (sebagai ujian di dunia). Mereka berharap seperti itu karena mereka melihat pahala yang telah diperoleh oleh orang-orang yang mendapatkan cobaan di dunia," Shahihul Jami' 5458

هَذَا عَدَا مَعِيَّةَ اللَّهِ لِلصَّابِرِينَ

Itulah janji kebersamaan Allah dengan orang-orang yang bersabar. Firman-Nya,

وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ [الأنفال : ٤٦]

"...bersabarlah, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bersabar." al-Anfaal [8]: 46

وَعَدَا وَفَاءَ اللَّهِ بِوَعْدِهِ لِعِبَادِهِ الصَّابِرِينَ

Sebagai bukti janji dan untuk memenuhi janji Allah kepada hamba-hamba-Nya yang bersabar, Allah berfirman,

فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ [الروم : ٦٠] ، غافر : ٧٧،٥٥

"Maka bersabarlah, karena janji Allah itu adalah benar..." Qs. Ar-Rum [30]: 60, Qs. Ghaafir [40]: 55,77

وَكَمْ يَهُونُ عَلَيْكَ الصَّبْرُ حِينَ تَتَفَكَّرُ فِي جُرْأَةِ الْعِبَادِ عَلَى رَبِّهِمْ ثُمَّ فِي كَرَمِ اللَّهِ مَعَهُمْ !!

Engkau akan mudah bersabar, apabila engkau berpikir tentang hamba-hamba yang berani menghina Allah dan kemurahan-Nya kepada mereka,

مَا أَحَدٌ أَصْبَرَ عَلَى أَذًى يَسْمَعُهُ مِنَ اللَّهِ تَعَالَى : إِنَّهُمْ يَجْعَلُونَ لَهُ نِدًّا، وَيَجْعَلُونَ لَهُ وَلَدًا، وَهُوَ مَعَ ذَلِكَ يَرْزُقُهُمْ وَيُعَافِيهِمْ وَيُعْطِيهِمْ 

"Tidak ada orang yang lebih sabar atas penderitaan yang dideritanya kecuali Allah; manusia telah menyekutukan-Nya, menuduh Allah mempunyai anak. Walaupun demikian, Allah tetap memberi rezeki kepada mereka, memberi kesehatan, dan mengabulkan permintaannya." Hr. Muslim 50/2804

كَمَا يَهُونُ عَلَيْنَا الصَّبْرُ حِينَ نَتَذَكَّرُ أَنَّ أَعْدَاءَنَا يَأْلَمُونَ كَمَا نَأْلَمُ، يَقُولُ سَيِّدُ قُطْبٍ - رَحِمَهُ اللَّهُ

Dan, begitu mudah bagimu untuk bersabar apabila engkau ingat bahwa musuh-musuh kita pun menderita sebagaimana kita menderita. Sayyid Qutub berkata,

وَإِذَا كَانَ الْبَاطِلُ يُصِرُّ وَيَصْبِرُ وَيَمْضِي فِي الطَّرِيقِ، فَمَا أَجْدَرَ الْحَقَّ أَنْ يَكُونَ أَشَدَّ إِصْرَارًا وَأَعْظَمَ صَبْرًا عَلَى الْمَضِيِّ فِي الطَّرِيقِ !!!

"Apabila kebatilan datang dengan gigih, bersabar dan terus maju dalam berjuang, maka kebenaran akan lebih gigih lagi dan lebih sabar dalam menjalankan perjuangannya." Fi dzilalil Qur'an 1/546

مِنْ أَجْلِ ذَلِكَ كُلِّهِ

Untuk hal itu semua, Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ 

"Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." Qs. Al-Baqarah [2]: 153

وَمِنْ صُوَرِ الصَّبْرِ الَّتِي يَمْتَحِنُ اللَّهُ بِهَا عِبَادَهُ

Di antara bentuk-bentuk kesabaran yang diujikan Allah kepada hamba-Nya adalah

الْإِبْتِلَاءُ فِي الصِّحَّةِ كَمَا جَاءَ فِي الْحَدِيثِ الْقُدْسِيِّ

Ujian dalam kesehatan, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits Qudsi,

إِذَا ابْتَلَيْتُ عَبْدِي بِحَبِيبَتَيْهِ فَصَبَرَ، عَوَّضْتُهُ مِنْهُمَا الْجَنَّةَ 

"Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan memberi penyakit pada kedua matanya kemudian ia bersabar, maka Aku akan mengganti keduanya dengan surga." Hr. Bukhari 5653

كَمَا قَدْ يُبْتَلَى الْمَرْءُ بِمُحِيطٍ يَحْسُدُهُ، وَيَعُدُّ عَلَيْهِ أَنْفَاسَهُ، وَيَسْتَأْثِرُ عَلَيْهِ بِكُلِّ خَيْرٍ

Terkadang, ujian dilakukan dengan harta yang melimpah yang menyebabkan orang menjadi iri, diberikan barang-barang yang berharga untuknya, dan dilebihkan dengan berbagai kebaikan.

وَهَذَا مُتَوَقَّعٌ مِنَ الضَّعْفِ الْبَشَرِيِّ، خَاصَّةً إِذَا انْفَتَحَتِ الدُّنْيَا عَلَى النَّاسِ وَتَنَافَسُوا فِيهَا

Hal ini dapat terjadi pada manusia yang lemah, khususnya ketika dunia dibukakan kepada manusia, kemudian mereka berlomba untuk mendapatkannya.

لِذَلِكَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ : إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ بَعْدِي أَثَرَةً شَدِيدَةً فَاصْبِرُوا . قَالَ أَنَسٌ : فَلَمْ نَصْبِرْ 

Rasulullah ﷺ bersabda, "Kalian akan melihat ketamakan untuk mendapatkan dunia (harta) setelah aku meninggal. Oleh karena itu, bersabarlah." Kemudian Anas r.a. berkata, "Kami tidak akan mampu bersabar." Hr. Bukhari 3147

وَمِنْ أَعْظَمِ صُوَرِ الصَّبْرِ مَا يَكُونُ فِي مَوَاقِفِ النِّزَالِ وَالْمُوَاجَهَةِ وَالصِّرَاعِ

Di antara bentuk sabar yang paling berat adalah bersabar ketika mendapat musibah, berperang dan terjadi pertikaian.

لِذَلِكَ قَالَ ﷺ : « لَا تَتَمَنَّوْا لِقَاءَ الْعَدُوِّ، وَسَلُوا اللَّهَ الْعَافِيَةَ، فَإِذَا لَقِيتُمُوهُمْ فَاصْبِرُوا . . 

Oleh karena itu, Rasulullah saw. bersabda, "Janganlah engkau mengharapkan bertemu musuh dan mintalah agar Allah menghindarkannya, dan apabila engkau menemuinya, maka bersabarlah dalam melawannya." Hr. Bukhari 3025

وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَأْخُذُ عَلَيْهِمُ الْعَهْدَ بِأَنْ لَا يَفِرُّوا، وَذَلِكَ بِأَنْ يُبَايِعَهُمْ عَلَى الصَّبْرِ 

Rasulullah ﷺ telah memegang janji mereka untuk tidak lari dari medan perang, yaitu dengan membaiat mereka agar tetap bersabar. Hr. Bukhari 2958

وَقَدْ ضَرَبَ لَنَا الْقُرْآنُ مَثَلًا عَمَلِيًّا فِي الصَّبْرِ عَلَى طَلَبِ الْعِلْمِ

Al-Qur'an telah memberikan contoh nyata tentang sabar dalam mencari ilmu,

حَيْثُ اشْتَرَطَ الْعَبْدُ الصَّالِحُ عَلَى مُوسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ الصَّبْرَ مِنَ الْبِدَايَةِ

yaitu ketika seorang hamba shaleh mensyaratkan dari awal kepada Nabi Musa a.s. untuk bersabar

وَظَنَّ مُوسَى أَنَّهُ يَسْتَطِيعُ أَنْ يَصْبِرَ

dan Nabi Musa mengira bahwa dirinya mampu untuk bersabar. Firman-Nya,

قَالَ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ صَابِرًا [ الكهف : ٦٩]

Musa berkata, Insya Allah engkau akan mendapati aku seorang yang sabar. al- Kahfi [18] 69

وَفِي كُلِّ مَرَّةٍ يُذَكِّرُهُ الْعَبْدُ الصَّالِحُ ... قَالَ أَلَمْ أَقُلْ لَكَ ! إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا [الكهف : ٧٥]

Dan hamba saleh itu selalu mengingatkannya kepada Nabi Musa, "Dia berkata, 'Bukankah sudah kukatakan, bahwa engkau tak akan mampu bersabar bersamaku?" Al-Kahfi [18]: 75

حَتَّى فَارَقَهُ بَعْدَ ثَلَاثِ مَرَّاتٍ مِنْ تَذْكِيرِهِ إِيَّاهُ، وَقَدْ جَاءَ فِي الْحَدِيثِ

Sehingga ia berpisah dengannya setelah tiga kali diberi peringatan. Disebutkan dalam sebuah hadits,

. .. وَلَوْ صَبَرَ لَرَأَى الْعَجَبَ 

"Jika ia bersabar maka ia akan melihat keagungan." Hr. Muslim 172/2380

فَالْعِلْمُ لَا يَفْتَحُ كُنُوزَهُ إِلَّا لِلصَّابِرِينَ الْمُثَابِرِينَ

Ilmu tidak akan terbuka-harta karunnya kecuali bagi orang-orang yang bersabar dan pantang menyerah.

وَالصَّبْرُ ضَرُورِيٌّ فِي تَرْبِيَةِ الْأَوْلَادِ، وَخَاصَّةً إِنْ كُنَّ بَنَاتٍ

Kesabaran juga penting dalam mendidik anak, khususnya dalam mendidik anak perempuan.

وَبِالصَّبْرِ عَلَى التَّرْبِيَةِ يَنْفَتِحُ لِلْمُرَبِّي بَابٌ مِنَ الْأَجْرِ أَوْ يُكْتَبُ لَهُ سِتْرٌ مِنَ النَّارِ كَمَا فِي الْحَدِيثِ

Dengan sabar dalam mendidik, maka akan terbuka pahala bagi si pendidik atau dituliskan baginya penghalang neraka sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits,

مَنْ كَانَ لَهُ ثَلَاثُ بَنَاتٍ فَصَبَرَ عَلَيْهِنَّ وَأَطْعَمَهُنَّ وَسَقَاهُنَّ وَكَسَاهُنَّ مِنْ جِدَتِهِ كُنَّ لَهُ حِجَابًا مِنَ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ 

"Barangsiapa yang memiliki tiga anak perempuan, kemudian ia bersabar kepada mereka, memberi makan kepada mereka, memberi minum kepada mereka, dan memberinya pakaian dari hartanya, maka akan diberikan kepadanya penghalang neraka pada hari Kiamat." Hr. Ibmju Majjah 2959

وَقَالَ تَعَالَى : وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى [ طه : ۱۳۲]

Allah berfirman, "Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa." (Thaahaa [20]: 132)

وَلِأَنَّ الْمُؤْمِنَ إِلْفٌ مَأْلُوفٌ فَلَا بُدَّ أَنْ يَتَزَوَّدَ بِالصَّبْرِ عَلَى أَخْطَاءِ النَّاسِ؛ لِيَتَمَكَّنَ مِنْ مُخَالَطَتِهِمْ، وَمِنْ إِصْلَاحِ أَحْوَالِهِمْ

Karena seorang mukmin itu mudah (bersabar) dan dikenal, maka ia harus memperkuat dirinya dengan kesabaran bila melihat kesalahan orang-orang agar ia dapat bergaul dengan mereka dan memperbaiki kondisinya.

وَفِي ذَلِكَ قَالَ ﷺ : الْمُؤْمِنُ الَّذِي يُخَالِطُ النَّاسَ وَيَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ أَعْظَمُ أَجْرًا مِنَ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يُخَالِطُ النَّاسَ وَلَا يَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ 

Dalam hal ini Rasulullah saw. bersabda, "Seorang mukmin yang bergaul dengan masyarakat kemudian ia bersabar atas penderitaannya, maka ia akan mendapatkan pahala yang lebih besar dibanding seorang mukmin yang tidak bergaul dengan masyarakat dan tidak bersabar atas penderitaannya." Hr. Ibnu Majjah 3257

وَمِنَ الثَّلَاثَةِ الَّذِينَ يُحِبُّهُمُ اللَّهُ الرَّجُلُ يَكُونُ لَهُ الْجَارُ يُؤْذِيهِ جِوَارُهُ فَيَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُ ؛ حَتَّى يُفَرِّقَ بَيْنَهُمَا مَوْتٌ أَوْ ظَعْنٌ ... (

Di antara tiga orang yang dicintai Allah adalah seorang laki- laki yang mempunyai tetangga yang suka menyakitinya kemudian ia bersabar atas penderitaannya hingga kematian memisahkan keduanya." Hr. Ahmad 5/151

وَالْمُجَاهِدُ الَّذِي يَسْعَى لِاسْتِئْنَافِ الْحَيَاةِ الْإِسْلَامِيَّةِ وَإِقَامَةِ الْمُجْتَمَعِ الْإِسْلَامِيِّ لَا بُدَّ لَهُ مِنَ الصَّبْرِ عَلَى طُولِ الطَّرِيقِ

Seorang mujahid yang berusaha untuk memulai kehidupan dan mendirikan masyarakat yang islami harus bersabar dalam perjuangannya yang panjang,

وَضَعْفِ الْإِخْوَةِ، وَعَنَاءِ الْمُجَاهَدَةِ، وَعَنَتِ الْبَلَاءِ، بِالْإِضَافَةِ إِلَى صَبْرِهِ عَلَى مُدَافَعَةِ الظُّلْمِ وَالظَّالِمِينَ

lemahnya persaudaraan, karena mengalami penderitaan dalam berjuang, menghadapi kesulitan bencana, melawan kezaliman, dan orang-orang zalim.

وَعِنْدَئِذٍ يَتَذَوَّقُ مَعَانِيَ الْإِيمَانِ ...

Pada saat itulah ia akan merasakan nikmatnya makna iman. Rasulullah saw. bersabda,

وَأَفْضَلُ الْإِيمَانِ الصَّبْرُ وَالسَّمَاحَةُ 

"Iman yang paling baik adalah bersabar dan bersikap toleran." Shahihul Jami' 1097

وَالصَّبْرُ هُوَ زَادُ الطَّرِيقِ فِي هَذِهِ الدَّعْوَةِ ... الصَّبْرُ عَلَى شَهَوَاتِ النَّفْسِ وَرَغَائِبِهَا

Dikatakan sabar sebagai bekal perjuangan dalam dakwah, yaitu sabar atas hawa nafsu dan rangsangannya.

وَأَطْمَاعِهَا وَمَطَامِحِهَا، وَضَعْفِهَا وَنَقْصِهَا، وَعَجَلَتِهَا وَمَلَالِهَا مِنْ قَرِيبٍ !

Sabar akan ketamakan dan keserakahan, sabar akan kelemahan dan kekurangan, sabar akan ketergesaan dan kejenuhan.

وَالصَّبْرُ عَلَى شَهَوَاتِ النَّاسِ وَنَقْصِهِمْ وَضَعْفِهِمْ وَجَهْلِهِمْ وَسُوءِ تَصَوُّرِهِمْ

Sabar atas hawa nafsu masyarakat, kekurangannya, kelemahannya, kebodohannya, pemahamannya yang salah,

وَانْحِرَافِ طِبَاعِهِمْ، وَأَثَرَتِهِمْ، وَغُرُورِهِمْ وَالْتِوَائِهِمْ، وَاسْتِعْجَالِهِمْ لِلثِّمَارِ

Tabiatnya yang menyimpang, individualistisnya, kesombongannya, penyimpangannya, ketergesa-gesaannya untuk meraih hasil.

وَالصَّبْرُ عَلَى تَنَفُّجِ الْبَاطِلِ، وَوَقَاحَةِ الطُّغْيَانِ، وَانْتِفَاشِ الشَّرِّ وَغَلَبَةِ الشَّهْوَةِ، وَتَصْعِيرِ الْغُرُورِ وَالْخِيَلَاءِ !

Juga harus bersabar untuk menjauhi kebatilan, mencegah penindasan, menumpas kejahatan, mengalahkan hawa nafsu, dan meredam kesombongan.

وَالصَّبْرُ عَلَى قِلَّةِ النَّاصِرِ، وَضَعْفِ الْمُعِينِ، وَطُولِ الطَّرِيقِ، وَوَسَاوِسِ الشَّيْطَانِ فِي سَاعَاتِ الْكَرْبِ وَالضِّيقِ

Harus bersabar atas sedikitnya orang yang menolong, lamanya jalan perjuangan dan banyaknya bisikan setan ketika dalam keadaan tertimpa cobaan dan berada dalam kesempitan.

وَالصَّبْرُ عَلَى مَرَارَةِ الْجِهَادِ لِهَذَا كُلِّهِ، وَمَا تُثِيرُهُ فِي النَّفْسِ مِنْ انْفِعَالَاتٍ مُتَنَوِّعَةٍ مِنَ الْأَلَمِ وَالْغَيْظِ وَالْحَنَقِ وَالضِّيقِ

Juga bersabar akan pahitnya perjuangan, atas reaksi, respons dan emosi yang bermacam-macam, menyakitkan dan membuat marah atas pertikaian dan tekanan,

وَضَعْفِ الثِّقَةِ أَحْيَانًا فِي الْخَيْرِ، وَقِلَّةِ الرَّجَاءِ أَحْيَانًا فِي الْفِطْرَةِ الْبَشَرِيَّةِ؛ وَالْمَلَلِ وَالسَّأَمِ وَالْيَأْسِ أَحْيَانًا وَالْقُنُوطِ

atas lemahnya keyakinan dalam kebaikan, kurangnya harapan pada fitrah kemanusiaan, bosan dan putus asa serta pasrah diri.

وَالصَّبْرُ بَعْدَ ذَلِكَ كُلِّهِ عَلَى ضَبْطِ النَّفْسِ فِي سَاعَةِ الْقُدْرَةِ وَالِانْتِصَارِ وَالْغَلَبَةِ

Serta bersabar dengan menahan diri jika memiliki kemampuan untuk melakukan perlawanan dan mengalahkan,

وَاسْتِقْبَالِ الرَّخَاءِ فِي تَوَاضُعٍ وَشُكْرٍ، وَبِدُونِ خِيَلَاءَ وَبِدُونِ انْدِفَاعٍ إِلَى الِانْتِقَامِ، وَتَجَاوُزِ الْقِصَاصِ الْحَقِّ إِلَى الْاعْتِدَاءِ ! 

menjalani ketenangan dengan penuh tawadhu dan rasa syukur tanpa sikap sombong. Berusaha untuk membalas dendam dan tidak melakukan qishash secara berlebihan sehingga menjadi suatu penganiayaan. Fie dzilalil qur'an 1/545-546


خُلَاصَةُ هَذَا الْفَصْلِ وَعَنَاصِرُهُ

KESIMPULAN

لَا يَسْتَمِرُّ جِهَادٌ بِلَا صَبْرٍ

Jihad tak akan berlanjut tanpa kesabaran

أَهْلُ الْبَاطِلِ يَصْبِرُونَ عَلَى بَاطِلِهِمْ، وَأَهْلُ الْحَقِّ أَوْلَى

Kelompok batil bersabar dengan kebatilannya, maka kelompok orang yang benar lebih layak untuk bersabar dalam kebenaran.

الصَّبْرُ يُكْتَسَبُ بِالتَّصَبُّرِ

Kesabaran dapat diperoleh dengan menyabarkan diri.

عَاقِبَةُ الصَّبْرِ خَيْرٌ

Akhir dari kesabaran itu adalah baik.

الصَّبْرُ الْمَحْمُودُ لَيْسَ فِيهِ سَخَطٌ وَلَا جَزَعٌ وَلَا شَكْوَى

Sabar yang terpuji adalah sabar yang tidak dijalani dengan kemarahan, kecemasan, dan keluhan.

الصَّبْرُ الْمَحْمُودُ بِتَمَامِ التَّوَكُّلِ وَكَمَالِ الْيَقِينِ

Sabar yang terpuji adalah sabar yang dilakukan dengan penuh tawakal dan keyakinan yang sempurna.

الصَّبْرُ هُوَ الْعِزُّ، وَفِي الثَّبَاتِ عَلَيْهِ يَكُونُ الْفَرَجُ

Sabar merupakan sifat mulia. Maka, sabar yang konsisten akan mendatangkan pertolongan (kemudahan).

يُعِينُ عَلَى الصَّبْرِ الْجَمِيلِ

§  Di antara cara yang dapat membantu untuk bersabar dengan baik adalah

اسْتِحْضَارُ مَا أَعَدَّ اللَّهُ لِلصَّابِرِينَ مِنَ الْأَجْرِ

Mengingat pahala yang dijanjikan Allah bagi orang-orang yang bersabar.

التَّأَسِّي بِسِيَرِ الصَّابِرِينَ

Berteladan terhadap cerita-cerita orang-orang saleh.

تَذَكُّرُ أَنَّ الْبَلَاءَ عَلَى قَدْرِ صَلَابَةِ الدِّينِ

Mengingat bahwa musibah yang diturunkan itu sesuai dengan kadar kekuatan iman agamanya

اسْتِحْضَارُ مَا يَمْحُوهُ الصَّبْرُ مِنَ الذُّنُوبِ

Mengingat akan dosa-dosa yang dapat dihapus oleh kesabaran.

تَذَكُّرُ صَبْرِ اللَّهِ عَلَى عِبَادِهِ

Mengingat tentang kesabaran Allah pada hamba-Nya.

مِنْ صُوَرِ الصَّبْرِ

§  Bentuk-bentuk kesabaran:

الصَّبْرُ عَلَى الْمَرَضِ وَبَلَاءِ الْبَدَنِ

Sabar atas rasa sakit dan penyakit yang menimpa badannya.

الصَّبْرُ فِي مَوَاقِفِ النِّزَالِ

Sabar pada saat berperang.

الصَّبْرُ فِي طَلَبِ الْعِلْمِ

Sabar pada saat mencari ilmu.

الصَّبْرُ فِي تَرْبِيَةِ الْأَبْنَاءِ

Sabar dalam mendidik anak.

الصَّبْرُ عَلَى أَخْطَاءِ النَّاسِ

Sabar dalam menghadapi kesalahan masyarakat.

الصَّبْرُ عَلَى طُولِ الطَّرِيقِ وَعَنَاءِ الْمُجَاهَدَةِ

Sabar dalam perjuangan dalam waktu yang lama dan sabar dalam menanggung derita perjuangan.

 

Sumber:

هَذِهِ أَخْلَاقُنَا حِينَ نَكُونُ مُؤْمِنِينَ

The Most Perfect Habit

Mahmud Muhammad Al Hazandar

∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞

Catatan Silahkan bila ada masukan atau kesalahan - tinggalkan di kolom komentar dalam rangka penyempurnaan.

Dipersilahkan – share - Semoga bermanfaat 


Tidak ada komentar: