BAB 03
AKHLAK YANG HARUS DIMILIKI DALAM BERSAUDARA
PASAL 04
الألفة
Saling Mengasihi
وَلَا خَيْرَ فِيمَنْ لَا يَأْلَفُ وَلَا يُؤْلَفُ
"Tidak ada kebaikan terhadap orang yang tidak
saling mengasihi dan tidak dikasihi."
أَنْ تَكُونَ مُتَّصِفًا بِخُلُقِ الأُلْفَةِ؛ أَمْرٌ
يَقْتَضِي مِنْكَ مِنْ سَعَةِ الصَّدْرِ مَا تُحِبُّ بِهِ النَّاسَ
Memiliki sifat saling mengasihi adalah akhlak yang
dapat melapangkan dada dan dicintai oleh orang.
وَمِنْ حُسْنِ الخُلُقِ مَا يَجْعَلُ النَّاسَ
يُحِبُّونَكَ، فَتَكُونَ بِذَلِكَ سَبَبًا مِنْ أَسْبَابِ اجْتِمَاعِ الكَلِمَةِ،
وَوَحْدَةِ الصَّفِّ، وَتَرَابُطِ القُلُوبِ
Di antara akhlak yang baik adalah perbuatan yang
menjadikan orang lain untuk cinta kepadanya, sehingga menjadi salah satu faktor
untuk menyatukan perkataan, barisan, serta hati nurani.
وَعِنْدَئِذٍ تَكُونُ بِحَقٍّ أَلِيفًا وَمَأْلُوفًا
Sehingga dengan demikian akan terjalin persahabatan
dan saling keterkaitan.
رَبَطَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ خُلُقَ (الأُلْفَةِ) بِالإِيمَانِ
Rasulullah saw. menghubungkan sifat al-ulfah
(persahabatan) dengan al-iman (keimanan).
فَقَالَ: (المُؤْمِنُ يَأْلَفُ وَيُؤْلَفُ، وَلَا
خَيْرَ فِيمَنْ لَا يَأْلَفُ وَلَا يُؤْلَفُ، وَخَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ
لِلنَّاسِ)
Beliau bersabda, "Orang beriman saling
mengasihi dan saling terikat. Tidak ada kebaikan terhadap orang yang tidak
saling mengasihi dan tidak saling terikat. Sebaik-baik manusia adalah orang
yang paling bermanfaat terhadap orang lain. " Silsilah ahadits
ash-Shahihah, hadits no. 426 (hadits hasan).
وَلِذَلِكَ فَإِنَّ عَدَمَ الأُلْفَةِ مِنْ صِفَاتِ
المُنَافِقِينَ كَمَا جَاءَ فِي الحَدِيثِ
Dengan demikian, tidak adanya sifat saling
mengasihi adalah sifat orang munafik, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits,
إِنَّ لِلْمُنَافِقِينَ عَلَامَاتٍ يُعْرَفُونَ
بِهَا: ... مُسْتَكْبِرِينَ لَا يَأْلَفُونَ وَلَا يُؤْلَفُونَ (٢)
"Sesungguhnya, orang-orang munafik
memiliki tanda yang dapat dikenal: sombong dan tidak saling mengasihi dan tidak
saling terikat." Musnad Ahmad 2/293. Dalam sanadnya terdapat Abdul Malik
Ibnu Qudamah Al Jamhi yang ditsiqahkan oleh Ibnu 'Adi dan didhaifkan oleh
ad-Daraquthni dan lainnya. Lihat catatan kaki Jam' al-Fawaid jilid II, hlm. 403
إِنَّ الِاجْتِمَاعَ عَلَى الحُبِّ فِي اللهِ،
وَائْتِلَافَ القُلُوبِ عَلَى الطَّاعَةِ
Sesungguhnya bersatu terhadap cinta kepada Allah,
dan penyatuan hati terhadap ketaatan,
وَخُلُوصَهَا مِنْ نَوَازِعِ الجَاهِلِيَّةِ،
لَنِعْمَةٌ كَبِيرَةٌ تَسْتَحِقُّ لَفْتَ الأَنْظَارِ إِلَيْهَا؛ لِلمُحَافَظَةِ
عَلَيْهَا، وَعَدَمِ التَّفْرِيطِ فِيهَا
dan menghilangkan kebiasaan jahiliah adalah nikmat
yang besar yang memalingkan pandangan dari kejahiliahan, untuk menjaga dan
tidak berlebih-lebihan padanya.
فَقَدْ قَالَ تَعَالَى وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ
عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ
بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا. [آل عمران: ١٠٣]
Dan ingatlah karunia Allah atas kalian, ketika
bermusuhan, dan Allah memepersatukan hati kalian dengan karunianya, menjadi
bersaudara. Ali Imran 103
ويشير القرطبي إلى لَفْتَةٍ طَيِّبَةٍ حول مَطْلَعِ
الآية
Al-Qurthubi menunjukkan isyarat yang baik seputar
permulaan ayat,
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا
تَفَرَّقُوا آل عمران
"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali
(agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai." Ali Imran [3]: 103
فَيَقُولُ: وَلَيْسَ فِيهِ دَلِيلٌ عَلَى تَحْرِيمِ
الِاخْتِلَافِ فِي الفُرُوعِ
Beliau berkata, "Tidak ada di dalamnya dalil
bahwa perbedaan pendapat (ikhtilaaf) dalam masalah-masalah furuu (cabang)
diharamkan.
فَإِنَّ ذَلِكَ لَيْسَ اخْتِلَافًا، إِذِ
الِاخْتِلَافُ مَا يَتَعَذَّرُ مَعَهُ الِائْتِلَافُ وَالجَمْعُ
Hal itu bukanlah ikhtilaaf, sebab ikhtilaaf berarti
tidak dapat bersatu.
وَمَا زَالَتِ الصَّحَابَةُ يَخْتَلِفُونَ فِي
أَحْكَامِ الحَوَادِثِ وَهُمْ مَعَ ذَلِكَ مُتَآلِفُونَ
Para sahabat saling berbeda pendapat mengenai hukum
sesuatu yang baru terjadi. Meski demikian, mereka tetap bersatu (saling cinta).
"Al Jami' li ahkam Alqur'an 4/159
فَلَا
يَظُنَّ أَحَدُنَا أَنَّ الإِصْرَارَ عَلَى إِثْبَاتِ قَوْلٍ رَاجِحٍ أَوْلَى مِنَ
الحِرْصِ عَلَى دَوَامِ الأُلْفَةِ
Janganlah salah seorang di antara kita mengira
bahwa memegang teguh pendapat yang kuat (raajih) lebih utama daripada persatuan
atau cinta kasih (ulfah).
وَيُؤَكِّدُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ هَذَا الْمَعْنَى بِقَوْلِهِ
Rasulullah saw. menegaskan makna ini dengan
sabdanya,
اقْرَؤُوا القُرْآنَ مَا ائْتَلَفَتْ عَلَيْهِ
قُلُوبُكُمْ، فَإِذَا اخْتَلَفْتُمْ فِيهِ فَقُومُوا
"Bacalah Al-Quran selama hati kalian bersatu.
Jika kalian berbeda pendapat mengenainya, maka bangkitlah (pergilah)" Diriwayatkan
oleh Imam Bukhari dan Muslim, Jami' al-Ushuul, 2/470 hadits 932.
سَوَاءٌ كَانَ الِاخْتِلَافُ فِي فَهْمِ مَعْنَاهُ
أَوْ طَرِيقَةِ أَدَائِهِ
Baik berbeda pendapat dalam memahami artinya atau
cara membacanya...
فَالقِيَامُ مِنْ مَجْلِسِ الخِلَافِ هُوَ اللَّائِقُ
بِالْمُؤْمِنِينَ
Meninggalkan tempat perbedaan pendapat (khilaaf)
itu lebih baik bagi kaum mukminin.
وَلَقَدْ كَانَ مِنْ أَكْبَرِ نِعَمِ اللهِ فِي
بَعْثَةِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Termasuk nikmat Allah yang terbesar dalam
pengutusan Rasulullah saw. ialah bahwa
أَنْ أَلَّفَ بِهِ بَيْنَ قَوْمٍ قَوِيَتْ بَيْنَهُمُ
العَصَبِيَّاتُ، وَلِذَلِكَ قَالَ فِي خُطْبَتِهِ فِي الأَنْصَارِ بَعْدَ حُنَيْنٍ
Allah swt. menggabungkan hati-hati suatu kaum yang
memiliki fanatisme kuat. Oleh sebab itu, beliau berkhotbah di hadapan kaum
Anshar setelah Perang Hunain,
يَا مَعْشَرَ الأَنْصَارِ، أَلَمْ أَجِدْكُمْ
ضُلَّالًا فَهَدَاكُمُ اللهُ بِي، وَعَالَةً فَأَغْنَاكُمُ اللهُ بِي،
وَمُتَفَرِّقِينَ فَأَلَّفَكُمُ اللهُ بِي
"Wahai kaum Anshar, bukankah aku mendapatkan
kalian dalam keadaan sesat lalu Allah swt. memberi hidayah kepada kalian
melalui aku; kalian miskin, lalu Allah swt. mencukupkan kalian dengan
(mengutus) aku; dan kalian berpecah belah, lalu Allah menyatukan kalian melalui
aku. " Shahih hahih al-Bukhari, Kitab al-Maghazi, bab 56, hadits 4330
(al-Fat-h 8/47).
وَهَكَذَا شَأْنُ المُسْلِمِ، يُؤَلِّفُ بَيْنَ
المُتَفَرِّقِينَ، وَيَأْتَلِفُ حَوْلَهُ المُحِبُّونَ
Demikianlah seorang mukmin, ia menyatukan
orang-orang yang berpecah belah dan orang-orang yang mencintai bersatu di
sekelilingnya.
قَدْ تَسْتَطِيعُ أَنْ تَجْمَعَ النَّاسَ حَوْلَكَ
بِعَرْضٍ مِنَ الدُّنْيَا
Mungkin Anda dapat mengumpulkan manusia di
sekeliling Anda dengan menggunakan harta,
وَلَكِنَّكَ لَا تَسْتَطِيعُ أَنْ تَجْعَلَهُمْ
لُحْمَةً وَاحِدَةً وَجَسَدًا مُتَمَاسِكًا إِلَّا بِتَوْفِيقٍ مِنَ اللهِ،
يَسْكُبُ الأُلْفَةَ فِي القُلُوبِ، فَيَجْمَعُهَا عَلَى هَدَفٍ
وَاحِدٍ
tetapi Anda tidak akan dapat menjadikan mereka
(seperti) satu daging dan satu jasad kecuali dengan taufik dari Allah-yang
menggabungkan mereka dalam satu tujuan yang sama.
وَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْۗ لَوْاَنْفَقْتَ مَا
فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا مَّآ اَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ
اَلَّفَ بَيْنَهُمْۗ
Dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang
yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di
bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah
telah mempersatukan hati mereka." (al-Anfaal [8]: 63)
وَيَرَى صَاحِبُ الظِّلَالِ صُورَةً مِنَ الإِعْجَازِ
فِي التَّأْلِيفِ بَيْنَ قُلُوبِ الجِيلِ الأَوَّلِ
Pengarang Fii Zhilaal Al-Qur'an melihat mukjizat
dalam persatuan hati generasi pertama,
وَلَقَدْ وَقَعَتِ المُعْجِزَةُ الَّتِي لَا يَقْدِرُ
عَلَيْهَا إِلَّا اللهُ، وَالَّتِي لَا تَصْنَعُهَا إِلَّا هذِهِ العَقِيدَةُ،
فَاسْتَحَالَتْ هذِهِ القُلُوبُ النَّافِرَةُ، وَهذِهِ الطِّبَاعُ
الشُّمُوسُ، إِلَى هذِهِ الكُتْلَةِ المُتَرَاصَّةِ
المُتَآخِيَةِ، الذَّلُولِ بَعْضُهَا لِبَعْضٍ، المُحِبِّ بَعْضُهَا لِبَعْضٍ،
المُتَآلِفِ بَعْضُهَا مَعَ بَعْضٍ، بِهذَا المُسْتَوَى
الَّذِي لَمْ يَعْرِفْهُ التَّارِيخُ
"Telah terjadi suatu mukjizat yang tidak dapat
dilakukan kecuali oleh Allah subhanallahu wa ta'ala, yang tidak dapat dibuat
kecuali oleh akidah (Islam) ini. Mukjizat tersebut telah mengubah hati-hati
mereka yang saling membenci dan watak-watak mereka yang keras menjadi satu
himpunan yang tersusun rapi dan saling bersaudara, saling berkasih sayang,
saling mencintai, dan saling berpadu untuk mencapai ketinggian yang belum
digoreskan oleh sejarah. " Fii Zhilaal al-Qur'an, 3/1548.
وَصَاحِبُ الأُلْفَةِ بِمَا يَنَالُهُ مِنْ رِضَا
اللهِ وَحُبِّ مَلَائِكَتِهِ (يُوضَعُ لَهُ القَبُولُ فِي الأَرْضِ)
Orang yang memiliki sifat ulfah selain mendapat
ridha Allah dan cinta malaikat, juga akan "Diterima (oleh masyarakat) di
muka bumi." Shahih al-Bukhari, dalam Kitab Bad'i al-Khalqi, bab 6, Shahih
Muslim, dalam Kitab 'al-Birri, 157.
وَقَدْ قِيلَ فِي شَرْحِ الحَدِيثِ: المُرَادُ
بِالقَبُولِ الحُبُّ فِي قُلُوبِ أَهْلِ الدِّينِ وَالخَيْرِ لَهُ، وَالرِّضَا
بِهِ، وَاسْتِطَابَةُ ذِكْرِهِ فِي حَالِ غَيْبَتِهِ
Dikatakan dalam penjelasan hadits tersebut,
"Maksud 'diterima' ialah dicintai dan diridhai oleh ahli agama dan ahli
kebaikan dan kebaikannya disebut-sebut ketika ia tidak ada,
كَمَا أَجْرَى اللهُ عَادَتَهُ بِذَلِكَ فِي حَقِّ
الصَّالِحِينَ مِنْ سَلَفِ هذِهِ الأُمَّةِ وَمَشَاهِيرِ الأَئِمَّةِ
sebagaimana kebiasaan Allah terhadap orang-orang
yang saleh dari kalangan pendahulu umat Islam ini dan imam-imam yang
terkenal." Dalil al-Faalihiin, 2/269.
وَلَا تَعَارُضَ بَيْنَ تَأَلُّفِ النَّاسِ وَبَيْنَ
المُحَافَظَةِ عَلَى الهَيْبَةِ وَالاحْتِرَامِ إِذَا أَحْسَنَ المُسْلِمُ
التَّصَرُّفَ وَوَازَنَ بَيْنَ المَوَاقِفِ؛
Tidak ada pertentangan antara bersifat ulfah
(mencintai) manusia dan menjaga kewibawaan serta rasa hormat jika seorang
muslim dapat berlaku baik dan mampu menyeimbangkan sikap.
وَلِذَلِكَ نَجِدُ فِي وَصْفِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (مَنْ رَآهُ بَدِيهَةً هَابَهُ، وَمَنْ خَالَطَهُ
مَعْرِفَةً أَحَبَّهُ)
Oleh karena itu kita mendapati sifat Rasulullah
shallallahu alaihi wasallam, "Orang yang melihat beliau pasti akan
merasakan kewibawaan beliau, dan orang yang bergaul dengan beliau pasti akan
mencintai beliau. " Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dalam al-Manaaqib, no.
3641 dan 3642. Hadits hasan, Jami' al-Ushul, 11/225 no. 8784.
وَخِيَارُ النَّاسِ فِي نَظَرِ الشَّرْعِ هُمُ
الَّذِينَ يَأْلَفُونَ وَيُؤْلَفُونَ، وَخَاصَّةً حِينَ يَكُونُونَ فِي مَنْصِبٍ
أَوْ مَسْؤُولِيَّةٍ، إِذْ قَدْ يَنْزَلِقُونَ إِلَى صُوَرٍ مِنَ الغِلْظَةِ
وَالجَفَاوَةِ حِينَ يَكُونُونَ مَطْلُوبِينَ لَا طَالِبِينَ
Sebaik-baik manusia ialah yang mencintai dan
dicintai, khususnya ketika mereka menduduki suatu jabatan, sebab terkadang
mereka terpeleset melakukan tindakan kasar ketika mereka dipinta.
وَلِذَلِكَ يَقُولُ لَهُ: خِيَارُ أَئِمَّتِكُمُ
الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمْ وَيُحِبُّونَكُمْ
Oleh karena itu, Rasulullah saw. bersabda,
"Sebaik-baik pemimpin kalian ialah yang kalian cintai dan mencintai
kalian.
وَتُصَلُّونَ عَلَيْهِمْ وَيُصَلُّونَ عَلَيْكُمْ،
وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمْ الَّذِينَ تُبْغِضُونَهُمْ وَيُبْغِضُونَكُمْ،
وَتَلْعَنُونَهُمْ وَيَلْعَنُونَكُمْ (١)
Kalian mendoakan mereka dan mereka mendoakan
kalian. Dan sejahat-jahat pemimpin kalian ialah yang kalian benci dan mereka
membenci kalian, kalian mengutuk mereka dan mereka mengutuk kalian. Diriwayatkan
oleh Imam Muslim, dalam al-Imaarah, bab Khiyaar al-Aimmah wa Syiraaruhum,
no.1855 Jaami' al-Ushuul 4/66 no. 2048
وَفِي رِوَايَةٍ لِأَحْمَدَ: (خِيَارُكُمْ وَخِيَارُ
أَئِمَّتِكُمْ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمْ وَيُحِبُّونَكُمْ ..)
Dalam riwayat lain oleh Ahmad, Rasulullah saw.
bersabda, "Sebaik-baik kalian dan sebaik-baik pemimpin kalian ialah yang
kalian cintai dan mereka mencintai kalian." Musnad Ahmad, 6/28.
وَلِلْأُلْفَةِ أَسْبَابٌ تُقَوِّيهَا، وَصِفَاتٌ
تُنَمِّيها، وَمِنْهَا حُسْنُ التَّعَارُفِ بِالْخُلْطَةِ وَالْمُعَاشَرَةِ
Ulfali (rasa cinta) memiliki beberapa faktor
penguat dan beberapa sifat yang dapat menumbuhkannya, di antaranya berkenalan
dengan baik dalam bergaul.
كَمَا أَنَّ مَشَاعِرَ الانْقِبَاضِ وَعَدَمِ
الِارْتِيَاحِ قَدْ تَنشَأُ مِنَ الانْكِمَاشِ عَنْ النَّاسِ وَالفَتُورِ فِي
مُعَامَلَتِهِمْ
Perasaan tidak enak dan tidak senang terjadi karena
tidak adanya semangat untuk bergaul dengan masyarakat.
وَرُبَّمَا كَانَ هَذَا مَا أَرَادَهُ رَسُولُ اللهِ
صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَوْلِهِ
Barangkali inilah yang dimaksudkan oleh Rasulullah
saw. dengan sabdanya,
الأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَتْ
ائْتَلَفَتْ، وَمَا تَنَاكَرَتْ مِنْهَا اَخْتَلَفَتْ
"Jiwa-jiwa (ruh-ruh) bagaikan tentara yang
direkrut. Jika saling mengenal, ia akan saling mencintai atau bersatu (ulfah),
dan jika tidak saling mengenal, mereka akan berpecah." Shahih al-Bukhari,
dalam kitab al-Anbiyaa, bab 2 hadits 4330, Fat-hul-Bari, 8/47, diriwayatkan
oleh Muslim no. 1061.
كَمَا أَنَّ إِشَاعَةَ البَسْمَةِ وَإِفْشَاءَ
السَّلاَمِ مِنْ عَوَامِلِ قُوَّةِ الأُلْفَةِ وَزِيَادَةِ المُحَبَّةِ كَمَا فِي
الحَدِيثِ: أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمْهُ تَحَابَبْتُمْ،
أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ
Menabur senyum dan menyebar salam termasuk faktor
penguat ulfah (rasa cinta) sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits,
"Maukah kalian aku tunjukkan suatu perbuatan yang jika kalian laksanakan
maka kalian akan saling mencintai, sebarkanlah salam di antara kalian." Shahih
Muslim, dalam Kitab al-Iman, bab 22, hadits 54.
وَفِي التَّعَفُّفِ عَمَّا فِي أَيْدِي النَّاسِ
كَسْبٌ لِقُلُوبِهِمْ وَضَمَانٌ لِلْخُلُوصِ فِي مُحَبَّتِهِمْ: (وَازْهَدْ فِيمَا
فِي أَيْدِي النَّاسِ يُحِبَّكُ النَّاسُ
Bersikap iffah (tidak serakah) terhadap apa yang
dimiliki oleh orang lain juga dapat mengambil hati mereka dan dapat menjamin
kemurnian cinta mereka. Rasulullah saw. bersabda, "Zuhudlah terhadap apa
yang dimiliki oleh manusia niscaya engkau akan dicintai oleh mereka." Shahih
Sunan Ibnu Majah, oleh al-Albani no. 3310/4102 (shahih).
إِنَّ الإِحْسَانَ إِلَى غَيْرِ المُسْلِمِينَ مِنْ
(المُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ) إِنَّمَا شُرِعَ لِتَحْبِيبِهِمْ فِي الإِسْلَامِ
وَجَذْبِهِمْ إِلَيْهِ، وَاسْتِنْقَاذِهِمْ مِنْ دَائِرَةِ الشِّرْكِ
Berbuat baik kepada masyarakat nonmuslim yang
termasuk golongan müallaf disyariatkan untuk menarik mereka dan menjadikan
mereka cinta kepada Islam serta untuk menyelamatkan mereka dari kemusyrikan.
وَالإِحْسَانُ إِلَى أَخِيكَ وَتَأْلِيفُ قَلْبِهِ
أَوْلَى وَأَجْدَرُ لِتُحَافِظَ عَلَى مَنْ دَخَلُوا فِي الإِسْلَامِ أَلَّا
يَنْفِرُوا مِنْهُ وَيَرْتَدُّوا عَلَى أَدْبَارِهِمْ. وَقَدْ تُحَاوِلُ أَنْ
تَتَأَلَّفَهُ بَعْدَ نُفُورِهِ فَلَا يَسْتَجِيبُ، فَتَبُوءَ بِإِثْمِكَ
وَإِثْمِهِ. وَقَدْ تَرْجَمَ البُخَارِيُّ لِبَابٍ: (الدُّعَاءِ لِلْمُشْرِكِينَ
بِالهُدَى لِيَتَأَلَّفَهُمْ)
Berbuat baik kepada saudara Anda dan mengambil
hatinya lebih utama dan lebih layak Anda lakukan untuk menjaga orang-orang yang
baru masuk Islam agar mereka tidak murtad. Lalu, Anda berusaha lagi mengambil
hatinya setelah mereka murtad dan mereka tidak mau sehingga Andalah yang
menanggung dosa Anda dan dosanya. Bukhari membuat suatu pembukaan bab
"Memohonkan Hidayah untuk Orang-orang Musyrik, untuk Mengambil Hati
Mereka" Shahih Bukhari, Kitab al-Jihad, bab 100, dalam 100, dalam
Far-hul-Bari, 6/107.
وَكُلَّمَا ازْدَادَتِ الأُلْفَةُ ارْتَفَعَتِ
الكُلْفَةُ، وَقَوِيَتِ الرَّابِطَةُ بَيْنَ أَبْنَاءِ الجَسَدِ الوَاحِدِ
وَأُمَّةِ البُنْيَانِ المَرْصُوصِ، وَنَكُونُ عِندَئِذٍ أَقْدَرَ عَلَى دَفْعِ
الأَهْوَاءِ، وَنَبْذِ الخِلَافَاتِ، وَصَدِّ مَكَائِدِ الكَائِدِينَ
Jika ulfah (rasa cinta) bertambah, maka
terangkatlah beban dan menguatlah ikatan kaum muslimin. Mereka bagaikan satu
tubuh dan bagaikan bangunan yang kokoh. Saat itu, kita menjadi lebih sanggup
melawan hawa nafsu, membuang perselisihan, dan mematahkan tipu daya orang-orang
yang membuat tipu daya.
خُلاَصَةُ هَذَا الفَصْلِ وَعَنَاصِرُهُ
KESIMPULAN
الأُلْفَةُ حُبٌّ لِلنَّاسِ وَتَحَبُّبٌ إِلَيْهِمْ
Ulfah ialah mencintai manusia dan memperlihatkan
cinta kepada mereka.
المُنَافِقُونَ لَا يَأْلَفُونَ وَلَا يُؤْلَفُونَ
Orang-orang munafik tidak mencintai dan mereka
tidak dicintai.
الخِلَافَاتُ الفِقْهِيَّةُ لَا تَنْقُضُ الأُلْفَةَ
Perbedaan pendapat dalam masalah fikih tidak
bertentangan dengan ulfah.
الدَّاعِيَةُ يُؤَلِّفُ بَيْنَ المُتَفَرِّقِينَ،
وَيَأْتَلِفُ حَوْلَهُ المُحِبُّونَ
Seorang dai menyatukan orang-orang yang berpecah
belah, dan orang-orang yang mencintai bersatu di sekitarnya.
إِنْ لَمْ تَكُنِ الأُلْفَةُ بِاللهِ وَلِلَّهِ
فَلَنْ تَدُومَ
Jika sifat ulfah dilakukan tanpa bantuan Allah dan
bukan karena Allah, maka sifat itu tidak akan langgeng.
لَا تَعَارُضَ بَيْنَ تَأَلُّفِ النَّاسِ
وَالمُحَافَظَةِ عَلَى الهَيْبَةِ
Bersifat ulfah dengan masyarakat tidak bertentangan
dengan menjaga kewibawaan.
خَيْرُ الأُمَرَاءِ مَنْ يُحِبُّ رَعِيَّتَهُ
وَتُحِبُّهُ
Sebaik-baik pemimpin ialah yang mencintai rakyatnya
dan dicintai oleh rakyatnya.
تَأْلِيفُ القُلُوبِ مَطْلُوبٌ مَعَ غَيْرِ
المُسْلِمِينَ
Menyatukan hati masyarakat nonmuslim juga
diperintahkan.
بِازْدِيَادِ الأُلْفَةِ تَرْتَفِعُ الكُلْفَةُ
Dengan bertambahnya ulfah, beban akan terangkat.
📙📙
Sumber:
هذه
اخلاقنا حين نكون مؤمنين
The Most Perfect Habit
Mahmud Muhammad Al Hazandar
∞∞∞∞∞∞∞∞∞
Catatan Silahkan bila ada masukan atau kesalahan - tinggalkan di kolom komentar dalam rangka penyempurnaan. Dipersilahkan – share Semoga bermanfaat ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar